October 16, 2026

Wartawan Suara Indonesia Lakukan Tugas dan Kerja Jurnalistik Terkaiit Berita Merisa

0



Bahrullah
– 28 August 2026 | 18:08 – Dibaca 0 kali

Pelayanan Publik
Wartawan Suara Indonesia Lakukan Tugas dan Kerja Jurnalistik Terkaiit Berita Merisa

Merisa bersama orangtuanya (Gambar: Ilustrasi)

BERITA PLUS, JEMBER – Imam, wartawan Suara Indonesia Jember sudah melakukan tugas Jurnalistik berdasarkan kode etik jurnalistik terkait liputan berita Merisa.

Imam menyampaikan, bahwa informasi awal dia terima dari seseorang bernama Asep warga Kalisat yang mengeluhkan istrinya juga mengalami penyakit sama.

Kata Imam, kerja-kerja Jurnalistik sudah dia lakukan. Memperkenalkan diri, meminta ijin untuk merekam dan direspon baik oleh Pak Slamet atau ayahnya Merisa.

“Semua dokumentasi rekaman suara kami simpan rapi. Bahkan kami juga ada saksi di lapangan, apa yang disampaikan nara sumber alami tanpa settingan,” terang Imam, Jumat (29/08/2026)

Bahkan, kata Imam, Pak Slamet juga menceritakan saat anaknya pergi menggunakan pecak yang kadang pulang sampai malam mengalami kedinginan.

“Termasuk apa yang kami tulis sebelumnya. Kalau dirinya memang belum mendapatkan program home care,” terang Imam.

Pak Slamet menjelaskan, kalau pergi ke rumah sakit dirinya pagi sekali agar kebagian kursi roda.

“Sementara, saat kami meminta gambar ilustrasi dan video pak slamet tidak menolaknya. Agar isi berita yang ditulis bisa sinkron dengan isi berita,” sebutnya.

Terkait bantuan dari relawan baret rescue yang membantu Merisa, Imam tidak membantah karena disampaikan oleh Pak Slamet. Bahkan, dia tulis kalau ada relawan yang membantu.

“Hanya saja, kami tidak sebutkan nama relawan. Kalau saya sebut masih butuh konfirmasi lebih lanjut, jadi kami tulis secara umum saja. Tetapi sekali lagi, tetap kami tulis ada bantuan sebelumnya dari relawan,” sebutnya.

Ditanya terkait beredarnya video klarifikasi Pak Slamet yang menyebut kalau tiba-tiba wartawan datang langsung memvideo tanpa menyampaikan dan ijin dulu itu kurang benar.

“Kami ijin wawancara dulu, kemudian Pak Slamet dan Merisa menjelaskan apa yang dialaminya. Terkait video pernyataan yang tiba-tiba memberikan pernyataan berbeda saat ditanya oleh seorang ibu menggunakan masker, saya tidak tahu,” ungkapnya.

Atas perekaman yang dilakukan dan penyebutan nama wartawan dan nama media dengan gamblang, seolah-olah wartawan salah hingga beredar di media sosial, Imam sangat menyayangkan.

“Apalagi kami bertugas dilindungi Undang-undang Pers No.40 Tahun 1999 dan melakukan kerja-kerja Jurnalistik, kami sayangkan itu,” sesalnya.

Terkait kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dengan tim baret rescue, Imam mengaku sudah bertemu dengan David Handoko.

“Saat bertemu, kami jelaskan dan kami tunjukkan berikut bukti rekaman. Intinya salah paham sudah kami luruskan dan bersalaman,” tutupnya.

Sementara Asep sendiri, membenarkan kalau Pak Slamet bersama Merisa berapa kali didapati naik becak motor ke rumah sakit.

Pak Asep juga mengiyakan kalau sebelumnya memang pernah dibantu relawan baret rescue.

“Karena saat periksa, bersama istri saya ke RSD dr. Soebandi. karena penyakitnya hampir sama dengan Merisa. Jadwal kontrolnya hampir bersamaan,” bebernya.

Sementara Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Dhafir Syah membenarkan, kalau Merisa memang layak untuk dibantu.

Bahkan dirinya mengaku sangat berterimakasih atas kritik dan saran agar pemerintah ada perbaikan pelayanan.

“Bisa dilihat di setiap bener ada nomor centre wadul guse. Itu bisa dimanfaatkan dan bisa menyampaikan langsung,” dalam isi voicenya.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Bahrullah
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *