October 16, 2026

Mendag Lepas Ekspor Koral Banyuwangi ke Amerika Senilai 2.500 Dolar AS

0


News
Mendag Lepas Ekspor Koral Banyuwangi ke Amerika Senilai 2.500 Dolar AS

Mendag Budi Santoso melepas ekspor koral Banyuwangi menuju Amerika Serikat. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Produk koral hidup hasil budidaya di Banyuwangi kembali menembus pasar internasional. Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor koral ke Amerika Serikat, Jumat (28/8/2026).

Pelepasan ekspor berlangsung di PT Sri Kandi Aquarium Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Koral yang dikirim memiliki nilai transaksi sebesar 2.500 dolar AS.

Perusahaan tersebut selama ini memasarkan koral hasil budidaya Banyuwangi ke pasar mancanegara. Pengirimannya telah menjangkau sekitar 20 negara yang tersebar di tiga benua.

Nilai transaksi ekspor perusahaan tersebut rata-rata mencapai 60 ribu dolar AS setiap bulan. Koral hidup Banyuwangi banyak diminati penghobi di negara tujuan untuk mempercantik tampilan akuarium.

Budidaya koral dilakukan langsung di lokasi perusahaan di Kecamatan Kalipuro. Terdapat lebih dari 20 jenis koral yang dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Aktivitas ekspor koral tersebut telah berlangsung sejak 2011. Produk yang dikirim seluruhnya berasal dari hasil budidaya, sehingga tidak mengandalkan pengambilan koral dari alam.

Dalam kunjungannya, Budi mengatakan pemerintah akan terus membuka akses pasar bagi produk UMKM Indonesia yang memiliki potensi ekspor. Pelaku usaha yang telah berhasil masuk pasar internasional juga akan didorong memperluas negara tujuan.

“Kementerian Perdagangan mempunyai Perwakilan Perdagangan, Atase Perdagangan, dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di 33 negara. Tugas mereka adalah mencarikan buyer atau mempromosikan produk-produk Indonesia. Salah satunya ya seperti produk dari UMKM yang ada di Banyuwangi,” kata Budi.

Menurut Budi, pelaku UMKM dapat memanfaatkan program business matching yang difasilitasi Kementerian Perdagangan. Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat memperkenalkan produknya kepada perwakilan perdagangan secara daring.

“UMKM cukup presentasi online, nanti kita yang atur. Misalnya mau ke Amerika, ya nanti tinggal kita temukan dengan Atase Perdagangan kita di Amerika atau ITPC kita di Los Angeles dan di Chicago,” kata dia.

Setelah presentasi, perwakilan perdagangan akan membantu mencari calon pembeli di negara tujuan. Pelaku UMKM kemudian dipertemukan dengan calon buyer untuk melanjutkan pembahasan dan memperkenalkan produknya secara lebih detail.

Program business matching tersebut menunjukkan peningkatan transaksi. Pada tahun lalu, nilai transaksi mencapai 134,8 juta dolar AS, sedangkan sepanjang Januari-Juli tahun ini telah mencapai 333 juta dolar AS.

“Tahun lalu nilai transaksi (program tersebut) sudah mencapai 134,8 juta dollar AS, jadi 2 triliun lebih. Tahun ini, Januari–Juli itu transaksinya sudah 333 juta dollar AS. Itu 70% UMKM-nya belum pernah ekspor,” lanjutnya.

Budi menilai pendampingan bagi UMKM yang sudah memiliki pengalaman ekspor relatif lebih mudah. Mereka dinilai telah memahami berbagai persyaratan, termasuk standar kualitas produk dan ketentuan perdagangan internasional.

Selain membuka akses pasar, pemerintah juga memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan untuk memberikan kemudahan bagi eksportir Indonesia. Salah satunya melalui hubungan dagang dengan Amerika Serikat.

“Kita dengan Amerika surplus 18,11 miliar dollar AS. Ekspor kita tahun lalu itu 30,9 miliar dollar AS,” kata dia.

Indonesia juga tengah mempersiapkan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa yang ditargetkan ditandatangani pada Oktober mendatang. Kesepakatan tersebut diharapkan semakin membuka peluang produk Indonesia masuk pasar Eropa.

“Jadi nanti bapak-ibu eksportir dapat kemudahan masuk pasar ke Amerika, masuk pasar ke Uni Eropa dengan tarif yang lebih rendah. Jadi kita bisa bersaing dengan negara yang lain,” ujar dia. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *