October 16, 2026

Musdalub VII Demokrat Jatim: Emil Dardak Calon Tunggal Ketua DPD 2026–2031

0



Jefri Hadi
– 29 August 2026 | 18:08 – Dibaca 6 kali

Politik
Musdalub VII Demokrat Jatim: Emil Dardak Calon Tunggal Ketua DPD 2026–2031

Agenda Musdalub VII Demokrat Provinsi Jatim dihadiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan segenap jajaran dan pengurus DPP, DPD dan BPOKK. (Foto: Yulian/suaraindonesia.co.id)

BERITA PLUS, SURABAYA –Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur menjadi momentum penentuan kepemimpinan sekaligus konsolidasi organisasi untuk periode 2026–2031, Sabtu (29/8/2026) di balroom Hotel Samator Surabaya.

Emil Elestianto Dardak menjadi satu-satunya kandidat yang diusung pemilik suara dalam forum tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, Musdalub diikuti 40 pemegang hak suara. Mereka terdiri atas 38 DPC Partai Demokrat kabupaten/kota se-Jawa Timur, gabungan organisasi sayap partai, serta DPD Demokrat Jatim.

“Total ada 40 pemegang hak suara. Terdiri dari 38 DPC kabupaten/kota, gabungan organisasi sayap, dan DPD,” kata Herman.

Selain pemilik suara, Musdalub VII juga dihadiri sekitar 400 undangan. Namun, Herman menegaskan forum tersebut tidak boleh berhenti pada pergantian ketua atau sekadar agenda administratif organisasi.

Menurut dia, Musdalub harus menjadi titik awal untuk merapatkan barisan dan mengembalikan kekuatan politik Demokrat di Jawa Timur. “Kami tidak ingin Musda hanya menjadi momentum administrasi atau seremonial, maupun sekadar memilih seseorang. Justru ini harus menjadi momentum untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis bagi Demokrat karena menjadi salah satu daerah dengan kontribusi suara terbesar setelah Jawa Barat. Herman menyebut Demokrat pernah mengirim 27 anggota ke DPR RI dan meraih 22 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur.

Karena itu, lanjutnya kepengurusan baru DPD Demokrat Jatim menghadapi pekerjaan konsolidasi yang tidak ringan. Penguatan organisasi harus dilakukan dari tingkat DPD hingga DPC kabupaten/kota, termasuk memastikan struktur partai bekerja efektif menghadapi agenda politik berikutnya.

Dalam Musdalub kali ini, Emil Dardak muncul sebagai calon tunggal. Herman menyebut pencalonan tersebut memperoleh dukungan dari para pemilik suara.

“Calonnya calon tunggal. Hanya Mas Emil yang diusung para pemilik suara,” katanya.
DPP Demokrat, lanjut Herman, juga tidak menggunakan hak suara maupun diskresi Ketua Umum dalam proses pemilihan tersebut.

Langkah itu disebut sebagai bentuk pemberian ruang bagi demokrasi organisasi di tingkat daerah. “Suara DPP sampai hari ini tidak digunakan. Kami memberikan ruang yang cukup lebar untuk berdemokrasi di tingkat daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Emil Elestianto Dardak mengatakan Musdalub VII harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menegaskan kembali komitmen kader kepada masyarakat.

“Musda ini hakikatnya adalah ajang untuk kita memperkuat konsolidasi organisasi. Proses Musda harus memperkuat, bukan memisahkan kebersamaan di antara kita semua,” kata Emil.

Calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026–2031 itu menegaskan seluruh rangkaian Musdalub harus berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta ketentuan organisasi.

Emil juga mengapresiasi dukungan seluruh DPC Partai Demokrat kabupaten/kota se-Jawa Timur terhadap pelaksanaan Musdalub VII. Ia berharap seluruh kader mengikuti forum secara tertib dan menjaga soliditas organisasi.

Di sisi lain, Herman menegaskan Demokrat masih memprioritaskan keberhasilan pemerintahan Jawa Timur yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.

Menurutnya, keberhasilan pemerintah harus tercermin dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan, dan kemajuan pendidikan. “Bagi kami yang terpenting adalah kesuksesan pasangan Ibu Khofifah dan Mas Emil,” ujarnya.

Adapun mengenai Pilgub Jawa Timur 2031, Herman menilai pembahasannya masih terlalu dini. Menurutnya, Demokrat memilih memastikan pemerintahan saat ini berjalan baik sebelum memasuki pembahasan kontestasi politik berikutnya.

“Pilgub 2031 masih jauh. Yang terpenting sekarang sukses dulu menjalankan program dan memastikan masyarakat merasakan pembangunan,” katanya.

Dengan demikian, Musdalub VII bukan sekadar agenda memilih ketua baru. Untuk diketahui, Susunan pengurus inti Panitia Pelaksana (Organizing Committee / OC) Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur ditetapkan oleh DPP Partai Demokrat sebagai berikut:

Ketua OC: H. Nur Muhyidin (Gus Din),
Sekretaris OC: Dr. Herlina Harsono Njoto (Anggota DPRD Kota Surabaya).

Bendahara OC: Dr. H. Rasiyo (Anggota DPRD Provinsi Jatim / mantan Sekdaprov Jatim).

Ketua Steering Committee (SC): Si Made Rai Edi Astawa, S.Sos., MPM (Sekretaris BPOKK DPP Partai Demokrat).

Forum tersebut menjadi ujian awal bagi Emil Dardak dan jajaran Demokrat Jatim untuk menerjemahkan dukungan politik menjadi konsolidasi organisasi serta kekuatan partai yang lebih solid di Jawa Timur. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *