September 18, 2026

Urban Climate Forum 2026 di Jakarta, Wawali Aliyah Bawa Komitmen Makassar Hadapi Perubahan Iklim

0


Advertorial
Urban Climate Forum 2026 di Jakarta, Wawali Aliyah Bawa Komitmen Makassar Hadapi Perubahan Iklim

FoWakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat menghadiri Urban Climate Forum 2026 di Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, JAKARTA – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Urban Climate Forum (UCF) 2026 yang digelar di Pullman Jakarta Thamrin CBD, Jakarta, Rabu-Kamis, 16-17 September 2026.

Forum yang diselenggarakan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) tersebut mengangkat tema “Mendorong Transformasi Perkotaan melalui Tata Kelola dan Aksi Iklim” atau Advancing Urban Transformation through Climate Action and Governance.

UCF 2026 mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, pemimpin pemerintahan lokal, mitra pembangunan, organisasi internasional, akademisi, masyarakat sipil hingga sektor swasta.

Berbagai isu perkotaan menjadi pembahasan dalam forum tersebut, mulai dari mobilitas perkotaan, transisi energi, ketahanan iklim, pengelolaan sampah, Voluntary Local Review (VLR), hingga pelokalan ASEAN Community Vision 2045.

Kehadiran Aliyah menjadi bagian dari keterlibatan Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pertukaran pengetahuan dan jejaring antarpemerintah daerah terkait pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Aliyah mengatakan, forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Urban Climate Forum 2026 menjadi ruang penting bagi kami untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perkotaan, khususnya perubahan iklim,” ujar Aliyah.

Menurutnya, Makassar terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan lingkungan.

“Kota Makassar terus berkomitmen mendorong pembangunan yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan, ramah lingkungan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Aliyah menilai persoalan perubahan iklim dan pembangunan perkotaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Persoalan iklim dan pembangunan perkotaan tidak dapat diselesaikan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan,” tuturnya.

Ia menyebut keikutsertaan Makassar dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk belajar dan berbagi pengalaman dengan daerah maupun jejaring kota lainnya.

“Forum seperti ini menjadi kesempatan bagi Makassar untuk belajar, berbagi pengalaman sekaligus membuka peluang kerja sama dengan daerah maupun jejaring kota lainnya,” tambah Aliyah.

UCLG ASPAC dalam forum tersebut mendorong pendekatan yang lebih sistematis dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan serta penguatan tata kelola multilevel.

Bagi Makassar, forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan memperoleh pembelajaran terkait transportasi berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, ketahanan iklim dan tata kelola perkotaan.

Sejumlah isu tersebut turut dibahas dalam agenda UCF 2026. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya pembangunan daerah yang tetap mengejar pertumbuhan ekonomi sekaligus selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyoroti tantangan banjir di berbagai daerah, termasuk banjir rob, penurunan muka tanah dan berkurangnya daya serap air.

Urban Climate Forum 2026 berlangsung selama dua hari dan melibatkan sekitar 200 peserta dari unsur pemerintahan, jejaring kota, mitra pembangunan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pakar dan sektor swasta.

Melalui keikutsertaan tersebut, Pemerintah Kota Makassar diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun kemitraan dan membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan serta berketahanan terhadap perubahan iklim. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Arya Rahmansyah
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *