September 19, 2026

Punya Rumah Sederhana di Lahan Status Pinjam, Petani di Bone Masuk Desil 8

0



Abustian
18 September 2026 | 22:09 Dibaca 0 kali

News
Punya Rumah Sederhana di Lahan Status Pinjam, Petani di Bone Masuk Desil 8

Rumah warga Desa Seberang, Kecamatan Lamuru, Bone inisial Aa yang masuk desil 8. (Foto: dok. Istimewa)

BERITA PLUS, BONE – Seorang ibu rumah tangga inisial AA yang sehari-sehari bekerja sebagai petani dan tinggal di rumah sangat sedehana di lahan status pinjam di Desa Seberang, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone Sulsel dikabarkan masuk dalam status desil 8.

Desil ini disebut menghampiri status desil artis Raffi Ahmad. Sekretaris Desa Seberang Andi Dedi Irawan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Ia juga mengaku heran dengan indikator data desil sehingga warga yang tinggal di rumah sederhana tersebut masuk desil 8.

“Iya, masuk desil 8. AA (inisial) tak dapat bantuan karena desil 8, (tapi kita Pemdes tetap perjuangkan karena kasian desil tak sesuai realita) desilnya hampir sampai desil Rafi Akhmad,” ungkap Dedi dengan nada keheranan, Kamis (18/9/2026). 

Dedi mengaku bingung dengan data desil beberapa warga di desanya termasuk data AA tersebut. Ia bahkan dilema dengan data desil warga tersebut karena bisa berdampak menghambat hak warga pada program bantuan pemerintah. 

Bahkan, menurut Dedi, dengan data yang timpang tersebut, penyalur program bantuan pemerintah atau Pemerintah Desa dapat jadi sasaran protes warga karena ketidaksesuaian status desil dengan kondisi riil masyarakat. 

Dedi menjelaskan, AA dengan status desil 8 yang tinggal di rumah sederhana di atas lahan milik orang lain dengan status pinjam atau hak pakai. Ia tinggal bersama keluarga kecilnya, suami dan kedua anaknya . 

“Rumah ini berdiri di lahan yang statusnya adalah hak pakai atau pinjam, adapun kamar mandi sekaligus sebagai toilet berdiri di tanah sebelah rumahnya yang merupakan tanah milik tetangganya,” katanya. 

Diungkapkannya, AA dalam kesehariannya bekerja di kebun milik keluarganya yang hasilnya akan dibagi sesuai dengan kesepakatan/perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. 

Sedangkan suaminya juga bekerja sebagai petani. Selain bertani, ia jadi sopir mobil milik orang lain dari luar desa untuk membantu kelangsungan hidup keluarganya.

“Ada mobil Truk biasa dibawa untuk mengangkut barang tapi itu musim-musiman saja,” terang Dedi.

Merespon hal itu, pihak desa sendiri telah melakukan upaya agar desil warga tersebut dapat sesuai dengan kondisi riil. Dedi berharap pihak terkait dapat segera merespons mengupdate data desil warga agar sesuai dengan kondisi terkini. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Abustian
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *