Maco, Jajanan Jadul Sumenep yang Masih Dicari Pecinta Kuliner
Cemilan tradisional Sumenep Maco. Foto: Istimewa.
BERITA PLUS, SUMENEP – Di tengah menjamurnya berbagai jajanan kekinian, makanan tradisional masih memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat. Salah satunya maco, jajanan jadul khas Sumenep yang hingga kini masih dicari pecinta kuliner.
Maco dikenal sebagai camilan berbahan dasar beras ketan dengan cita rasa manis dan tekstur renyah. Jajanan ini juga menjadi salah satu produk kuliner tradisional Sumenep yang masih diproduksi oleh pelaku usaha makanan, termasuk di kawasan Kertasada, Kecamatan Kalianget.
Dalam proses pembuatannya, beras ketan terlebih dahulu diolah menjadi adonan. Adonan tersebut kemudian dibentuk dan digoreng hingga menghasilkan tekstur yang renyah.
Setelah matang, maco dipadukan dengan gula merah yang memberikan rasa manis sekaligus menjadi salah satu ciri khas jajanan tersebut. Pada bagian luarnya juga terdapat taburan beras ketan yang membuat teksturnya semakin renyah saat disantap.
Perpaduan ketan, gula merah dan proses penggorengan tersebut menghasilkan camilan dengan rasa manis dan legit, tetapi tetap memiliki sensasi kriuk ketika digigit.Maco kemudian dikemas dan dipasarkan sebagai camilan sehari-hari maupun oleh-oleh.
Berdasarkan harga penjualan yang ditemukan saat ini, maco khas Kertasada Sumenep dalam kemasan 250 gram berada di kisaran Rp23.500 hingga Rp24.500. Sementara produk maco manis gula merah dari penjual lain berada di kisaran Rp23.000 hingga Rp25.000, tergantung kemasan dan penjual.
Harga tersebut membuat maco masih cukup mudah dijangkau masyarakat yang ingin membawa pulang jajanan tradisional khas Sumenep sebagai buah tangan.
Bagi sebagian warga, daya tarik maco bukan hanya terletak pada rasa. Jajanan tersebut juga menghadirkan kenangan terhadap makanan yang sejak dulu dikenal masyarakat Sumenep.
Hal itu dirasakan Nia, warga Sumenep yang kini merantau di Jakarta. Di tengah banyaknya pilihan jajanan modern yang mudah ditemui di tempat perantauan, ia tetap menjadikan maco sebagai salah satu makanan yang dicari ketika pulang ke kampung halaman.
Menurutnya, cita rasa maco memiliki kekhasan tersendiri yang sulit digantikan oleh jajanan modern.
“Sekarang memang banyak jajanan kekinian, tetapi kalau pulang ke Sumenep saya tetap mencari maco. Rasanya seperti mengingat masa kecil dan kampung halaman,” tandasnya.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
