Santri Gresik Diduga Jadi Korban Perundungan Rekan Sesama Ponpes, Punggung Alami Luka Bakar
Rifki Ahmad
– 28 September 2026 | 19:09 – Dibaca 0 kali
Korban mengalami luka bakar pada bagian punggung sebelah kiri serta tangan sebelah kanan. (Foto: dok. Istimewa)
BERITA PLUS, GRESIK – Kasus dugaan perundungan disertai kekerasan terhadap santri mencuat di Kabupaten Gresik.
Seorang santri di lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Dukun menjadi korban penganiayaan oleh rekan sesama santri di lingkungan ponpes hingga mengalami luka bakar pada bagian punggung sebelah kiri dan tangan sebelah kanan.
Luka tersebut diduga akibat terkena benda panas berupa setrika. Kasus dugaan perundungan disertai kekerasan ini mengemuka setelah adanya unggahan sebuah foto yang menampilkan korban di media sosial (medsos).
Dalam postingan yang beredar, terlihat tubuh korban mengalami luka bakar pada bagian punggung sebelah kiri dan tangan sebelah kanan. Luka tersebut diduga akibat terkena benda panas berupa setrika. Unggahan tersebut langsung mendapat beragam komentar dari masyarakat.
Informasi dihimpun, korban diketahui berinisial MO (17), asal Kecamatan Bungah. Bocah yang masih duduk di bangku pelajar tingkat atas atau SMA tersebut kini memilih berada bersama keluarga dan menyampaikan belum bersedia kembali ke lingkungan pondok karena masih merasa takut dan tidak nyaman.
Kanit Reskrim Polsek Dukun, Aiptu Moh Maksum mengatakan, korban diduga dianiaya oleh juniornya atau santri yang masih duduk di kelas 2 SMP.
Polisi sejatinya telah melakukan kunjungan ke rumah korban untuk mengetahui kebenaran kasus dugaan perundungan dan penganiayaan yang ramai di media sosial tersebut, tetapi keluarga memilih jalur kekeluargaan bersama pihak pesantren.
“Diselesaikan secara kekeluargaan, kedua belah pihak tidak menghendaki menempuh jalur hukum,” ujarnya, Senin (28/9/2026).
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa korban merupakan santri berkebutuhan khusus atau difabel yang masih berstatus pelajar tingkat atas atau SMA.
Terdapat dugaan, aksi perundungan yang dilakukan oleh teman sesama santri tersebut telah dialami korban beberapa kali. Sebelum akhirnya diketahui oleh pihak keluarga. “Benar, korban ini masih pelajar,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Alfiana Putri |
