Buntut Kemacetan Parah Ketapang-Gilimanuk, DPR RI: Masalah Utama Ada di Dermaga, Bukan Kapal
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekaertono sebut kemacetan Ketapang-Gilimanuk dipicu kurangnya dermaga, bukan armada kapal. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).
BERITA PLUS, BANYUWANGI – Antrean kendaraan di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sempat mengular hingga 12 kilometer. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan bahwa persoalan utama kemacetan bukan dipicu oleh keterbatasan unit kapal, melainkan minimnya kapasitas dermaga yang beroperasi.
“Saya tegaskan, terjadinya kemacetan ini bukan karena kekurangan kapal, tapi karena kekurangan dermaga. Sampai dengan sekarang ini jumlah kapal yang bisa beroperasi hanya sekitar 28 kapal dari 58 kapal pada saat sebelum revitalisasi dermaga. Dengan adanya revitalisasi dermaga, kapal yang bisa beroperasi berkurang menjadi hanya 24 kapal,” ujar BHS saat meninjau langsung Kantor ASDP Cabang Ketapang, Banyuwangi, Senin (28/9/2026).
Ia menyayangkan kondisi masyarakat yang terjebak kemacetan panjang, sementara sekitar 60 persen armada justru menganggur bukan karena kerusakan mesin, melainkan tidak mendapatkan tempat bersandar. Menurutnya, pembenahan dan pengelolaan fasilitas tersebut merupakan ranah penuh pengelola pelabuhan.
“Dermaga ini adalah merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari pengelola kepelabuhanan, PT ASDP Indonesia Ferry,” tegasnya.
Situasi makin diperparah oleh pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga MB V Ketapang dan Dermaga II Gilimanuk. Perbaikan bersamaan ini memotong kapasitas produksi lintas penyeberangan hingga 20 persen, yang berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas industri dan pariwisata.
Dorong Percepatan Bongkar Muat dan Optimalisasi Dermaga
Guna memangkas antrean dalam jangka pendek, BHS mengusulkan percepatan durasi bongkar muat kapal (port stay) dari sebelumnya 35 menit menjadi 15 menit. Langkah ini diyakini mampu mendongkrak frekuensi trip dan kapasitas angkut hingga 50 persen.
Selain itu, Politisi Gerindra yang juga Alumni Teknik Perkapalan ITS ini memberikan sejumlah rekomendasi teknis kepada PT ASDP Indonesia Ferry. Yakni segera direvitalisasi dan diperbaiki tiang pancang dolphin-nya oleh ASDP tanpa perlu menunggu proses dari Pemprov Jatim agar bisa cepat difungsikan.
Lalu memperpanjang dan merapatkan beton plengsengan agar daya tampung bersandar meningkat, dari tiga kapal menjadi empat hingga lima kapal. Target pengerjaan diharapkan rampung kurang dari satu bulan.
“Sehingga diharapkan kekurangan dermaga yang saat ini terjadi dan menyebabkan kemacetan bisa diselesaikan dengan mengaktifkan serta mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada, sambil Pemerintah pusat, PT ASDP bisa mengusahakan penambahan pasang dermaga lagi,” kata BHS.
Antrean Kendaraan Mulai Terurai
Skema percepatan bongkar muat yang diusulkan BHS langsung diterapkan oleh para operator pelayaran dan pemangku kepentingan terkait. Hasilnya, antrean kendaraan yang sempat menyentuh 12 kilometer kini menyusut signifikan menjadi kisaran 3–4 kilometer.
Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim, mengapresiasi respons cepat dan masukan teknis yang diberikan untuk mengurai kemacetan di lapangan.
“Alhamdulillah saat ini antrean kendaraan sebelumnya 12 km kemarin mulai terurai menyusut tinggal 3-4 km karena kerja keras dari semua pihak, termasuk pengusaha pelayaran yang telah mempercepat proses bongkar muatnya dari sebelumnya 35 menit menjadi 15-20 menit sesuai dengan usulan Pak BHS,” ungkap Nurjatim.
Ia menambahkan, penyesuaian durasi bongkar muat ini menjadi solusi jangka pendek yang sangat efektif di tengah keterbatasan fasilitas bersandar saat ini.
“Proses percepatan ini solusi yang memang sangat bagus dan memang harus dilakukan untuk dapat membantu dengan cepat mengurai kemacetan dan sekaligus dalam memaksimalkan trip kapal dengan kondisi keterbatasan dermaga saat ini,” ucapnya.
Pelaksanaan percepatan ini dilakukan dengan koordinasi semua operator pelayaran dan pengawasan dari ASDP dan BPTD. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Bahrullah |
