October 16, 2026

13 Siswa Keluhkan Mual hingga Muntah, SPPG MBG Tunjungan Blora Dihentikan Sementara

0



Team Work
– 02 October 2026 | 12:10 – Dibaca 1 kali

News
13 Siswa Keluhkan Mual hingga Muntah, SPPG MBG Tunjungan Blora Dihentikan Sementara

Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita saat diwawancarai awak media. (Foto: Dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BLORA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pelita Gizi Makmur Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menghentikan sementara operasional setelah 13 siswa SDN 1 Tutup mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita, mengatakan penghentian operasional dilakukan sebagai tindak lanjut setelah pihaknya menerima laporan mengenai sejumlah siswa yang mengalami mual, pusing, hingga muntah.

“Kami langsung mendatangi sekolah setelah menerima laporan. Berdasarkan pemeriksaan dari Puskesmas Tunjungan, ada sekitar 13 siswa yang mengalami gejala mual, pusing, dan muntah. Para siswa sudah diperiksa dan diperbolehkan pulang,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).

Menurut Artika, kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada pimpinan pusat. Laporan meliputi kronologi kejadian, jumlah siswa yang mengalami keluhan, asal SPPG, serta menu makanan yang diberikan.

“Kalau ada kejadian seperti ini, biasanya kami laporkan kepada pimpinan pusat. Untuk kemungkinan tutup sementara, keputusan tetap ada pada pimpinan pusat. Besok tidak beroperasi,” katanya.

Ia mengatakan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. Sampel makanan yang disajikan kepada siswa telah dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk diperiksa.

Salah satu menu yang diberikan saat kejadian adalah telur ceplok berbumbu rempah. Namun, pihak SPPG belum dapat memastikan apakah keluhan siswa berkaitan dengan telur, bumbu, atau faktor lainnya.

“Kami masih belum tahu penyebabnya dari apa. Sampelnya sudah dibawa ke Labkesda, jadi harus menunggu hasil pemeriksaan terlebih dahulu,” ujarnya.

Artika juga menerima informasi dari pihak sekolah mengenai telur yang disebut berbau. Namun, informasi tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Sebelumnya, keluhan siswa mulai diketahui pihak SDN 1 Tutup sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis (1/10/2026).

Kepala SDN 1 Tutup, Mustofa Kamal Riyanto, mengatakan seorang guru kelas 2 melaporkan adanya siswa yang mengalami sakit perut, pusing, hingga muntah.

“Pertama muncul sekitar 09.30, Bu Guru kelas 2 lapor kepada saya kaitannya ada yang sakit perut, pusing, muntah. Kemudian ditangani Bu Guru dengan pertolongan pertama menggunakan minyak kayu putih,” katanya.

Setelah mengetahui kondisi tersebut, pihak sekolah meminta siswa yang mengalami gejala untuk dipulangkan dan menghubungi pihak SPPG.

Petugas Puskesmas Tunjungan kemudian datang ke sekolah untuk memeriksa kondisi siswa. Petugas kepolisian dari Polsek serta personel Koramil juga turut datang untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan.

Sebanyak 13 siswa kemudian diperiksa. Mereka merupakan penerima program MBG yang mendapatkan makanan dari SPPG Yayasan Pelita Gizi Makmur Tutup.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora juga melakukan pemeriksaan ke SPPG tersebut untuk menelusuri proses pengolahan dan pendistribusian makanan.

Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu, mengatakan petugas memeriksa waktu pengolahan makanan, proses pematangan, distributor, hingga waktu makanan tiba di sekolah.

“Kita tadi menanyakan terkait dengan kapan masaknya dan matangnya jam berapa, terus distributornya siapa, kemudian datangnya jam berapa,” jelas Tutik.

Petugas juga memeriksa kondisi tempat pengolahan makanan. Dari pemeriksaan awal, Dinkesda menemukan sejumlah bagian dinding bangunan SPPG dalam kondisi bolong.

“Dari pemeriksaan awal, ternyata ada banyak dindingnya yang bolong,” ungkapnya.

Meski demikian, Tutik menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

“Kami belum bisa menyampaikan sepenuhnya karena masih proses pemeriksaan laboratorium,” katanya.

Selain menghentikan sementara operasional SPPG, pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Blora juga akan diperketat. Koordinator wilayah bersama koordinator kecamatan akan meningkatkan koordinasi dan melakukan inspeksi mendadak, khususnya pada tahapan persiapan dan penerimaan bahan baku.

Pengawasan dilakukan mulai sekitar pukul 03.00 WIB hingga proses penerimaan bahan baku pada sore hari untuk memastikan kualitas bahan pangan yang digunakan dalam program MBG. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *