October 16, 2026

Gus Ipul Luncurkan Peduli Tetangga di Makassar, Digitalisasi Bansos Ditargetkan Mulai 2027

0


Advertorial
Gus Ipul Luncurkan Peduli Tetangga di Makassar, Digitalisasi Bansos Ditargetkan Mulai 2027

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Gubernur Sulawesi Selatan dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga. (Foto: dok. Istimewa)

BERITA PLUS, MAKASSAR –Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di GOR Sudiang, Jalan Pajjaing Nomor 73, Makassar, Minggu (4/10/2026).

Makassar dipercaya menjadi salah satu daerah percontohan atau pilot project nasional dalam penguatan pendataan dan pelayanan Perlinsos tahun 2026. Peluncuran dihadiri ribuan pengurus RT dan RW se-Kota Makassar yang didorong menjadi Agen Perlinsos.

Gus Ipul mengatakan gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sistem perlindungan sosial yang lebih akurat, tepat sasaran, dan berkeadilan.

Menurutnya, ada tiga fokus utama pemerintah, yakni pembenahan data, ketepatan sasaran penerima bantuan, serta pengentasan kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat.

“Pertama, datanya makin akurat karena ada konsolidasi. Kedua, sasarannya tepat. Dan strategi pengentasan kemiskinan, memutus mata rantai kemiskinan, adalah dengan Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, pemerintah mulai mempercepat digitalisasi bansos melalui integrasi berbagai basis data kementerian dan lembaga. Sistem tersebut menghubungkan data kependudukan Dukcapil dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data dari sejumlah instansi lainnya.

Masyarakat nantinya dapat melakukan registrasi ulang, mengusulkan penerima bantuan, maupun menyampaikan sanggahan terhadap data yang dinilai tidak sesuai. Proses registrasi juga disiapkan dengan teknologi biometrik atau pengenalan wajah.

Digitalisasi bansos telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi sebelum dikembangkan bertahap ke 42 kabupaten dan kota, termasuk Makassar. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, penyaluran bansos berbasis data digital ditargetkan mulai diterapkan secara nasional pada 2027.

Sementara itu, Munafri mengatakan penunjukan Makassar sebagai pilot project menjadi peluang meningkatkan kualitas pendataan warga.

“Ini juga peluang untuk kami meningkatkan kualitas pendataan masyarakat dan memastikan program bantuan pemerintah menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Hingga Oktober 2026, progres pendaftaran Perlinsos di Makassar mencapai sekitar 31 persen atau meningkat sekitar 12 persen dalam tiga bulan terakhir. Pemkot menargetkan capaian tersebut meningkat menjadi 50 persen hingga akhir 2026.

Sebanyak 5.027 ketua RT dan 1.005 ketua RW diprioritaskan menjadi Agen Perlinsos. Total 6.032 pengurus lingkungan itu diharapkan membantu pendataan dan memastikan warga yang memenuhi kriteria memperoleh akses perlindungan sosial.

Gus Ipul menambahkan, pemerintah menargetkan sedikitnya 50 persen penduduk Indonesia telah masuk dalam sistem digital Perlinsos hingga Desember 2026. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Arya Rahmansyah
Editor : Satria Galih Saputra





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *