October 16, 2026

Pertarungan 15 Guru Besar di Bursa Rektor  UINSA, Nilai Kualitatif Bakal Dibuka

0



Jefri Hadi
– 06 October 2026 | 15:10 – Dibaca 0 kali

News
Pertarungan 15 Guru Besar di Bursa Rektor   UINSA, Nilai Kualitatif Bakal Dibuka

Guru Besar UINSA yang juga masuk dalam bursa bakal calon rektor, Prof. Mohammad Kurjum. (Foto: Yulian/suaraindonesia)

BERITA PLUS, SURABAYA – Bursa pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030 kembali bergulir dengan 15 guru besar dan akademisi yang masuk dalam penjaringan.

Guru Besar UINSA yang juga masuk dalam bursa bakal calon rektor, Prof. Mohammad Kurjum, mengatakan keterbukaan penilaian menjadi salah satu pembeda dalam proses seleksi kali ini. 

Kontestasi kali ini membawa penekanan baru, yakni keterbukaan nilai kualitatif hasil penilaian Senat UINSA terhadap para bakal calon rektor.

Menurut dia, nilai kualitatif dari anggota Senat nantinya akan dibuka di hadapan anggota Senat.

“Kalau yang kemarin tidak ada keterbukaan nilai kualitatif dari anggota Senat. Untuk yang sekarang lebih terbuka, artinya nilai semuanya nanti akan dipublikasikan di depan anggota Senat,” kata Kurjum, Selasa (6/10/2026).

Disebutkan, pada tahapan verifikasi kelengkapan persyaratan administrasi dokumen bakal calon rektor berlangsung pada 5 Oktober 2026. 

Setelah itu, hasil verifikasi diserahkan kepada Plt Rektor UINSA untuk diteruskan kepada Senat sebelum nama-nama bakal calon rektor diumumkan.

Penilaian kualitatif tersebut akan mencakup sejumlah aspek yang berkaitan dengan kapasitas calon pemimpin UINSA. 

Adapun penilaian, sebutnya antara profil nilai kepemimpinan, kemampuan membangun kolaborasi, moralitas, serta latar belakang pendidikan.

Seluruh anggota Senat UINSA akan terlibat dalam proses penilaian. 

Kurjum mengatakan proses tersebut juga akan mendapat pengawasan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama untuk menjaga transparansi tahapan pemilihan.

“Semua anggota Senat dan insyaallah ada pengawas dari Irjen Kemenag. Itu dalam rangka supaya pemilihan rektor yang sekarang ini betul-betul transparan,” ujarnya.

Bagi Kurjum, keterbukaan tersebut penting karena UINSA membutuhkan pemimpin yang mampu diterima oleh berbagai unsur sivitas akademika.

Ia menilai banyaknya peserta dalam bursa rektor menunjukkan masih terbukanya ruang bagi berbagai figur akademik untuk menawarkan gagasan kepemimpinan.

“UINSA itu lembaga keagamaan Islam di bawah Kementerian Agama yang sangat strategis. Bab itu, UINSA membutuhkan pemimpin yang benar-benar diterima di semua sisi, utamanya di lingkup sivitas akademika,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya konsolidasi internal setelah berbagai dinamika yang terjadi dalam kepemimpinan UINSA sebelumnya. 

Menurut Kurjum, rektor berikutnya perlu membangun komunikasi dan kolaborasi agar tidak terjadi kembali polarisasi di lingkungan kampus.

“Yang terpenting menurut saya, saya ingin membangun konsolidasi internal. Selama ini seakan-akan antara satu bagian dengan bagian yang lain saling mengancam dan saling menjelek-jelekkan,” ujarnya.

Olehnya itu, jika terpilih, Kurjum mengatakan akan mendorong terciptanya harmoni dalam kepemimpinan UINSA. 

“Mendatang, saya tidak ingin itu terjadi lagi. Saya ingin membangun harmoni dalam kepemimpinan UINSA. Tidak ada polarisasi lagi. Semua milik kita, UINSA adalah rumah kita,” katanya.

Dalam bursa kali ini, terdapat empat nama baru, yakni Prof. Wahidah Zein Br Siregar, Prof. Abdul Kadir Riyadi, Prof. Mohammad Thohir, dan Prof. Titik Triwulan.

Mereka bergabung dengan 11 pendaftar sebelumnya, yakni Prof. Masdar Hilmy, Prof. Abdul Chalik, Prof. Khoirun Niam, Prof. Evi Fatimatur Rusydiyah, Prof. Zumrotul Mukaffa, Prof. Siti Warjiyati, Prof. Rubaidi, Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati, Prof. Mohammad Kurjum, Prof. Achmad Muhibin Zuhri, dan Prof. Nur Kholis.

Setelah verifikasi administrasi, Senat UINSA dijadwalkan melakukan penilaian kualitatif terhadap para calon rektor pada 7 Oktober 2026 melalui rapat tertutup. 

Tahapan tersebut menjadi salah satu penentu dalam proses penyaringan calon yang akan melanjutkan kontestasi menuju kursi Rektor UINSA periode 2026-2030. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *