October 16, 2026

Sinergi Lintas Sektor, Kecamatan Bululawang dan BPBD Malang Luncurkan “SIGAP BULULAWANG”

0


News
Sinergi Lintas Sektor, Kecamatan Bululawang dan BPBD Malang Luncurkan

Sosialisasi Program Mitigasi Bencana SIGAP BULULAWANG. (Foto: dok. Istimewa)

BERITA PLUS, MALANG – Pemerintah Kecamatan Bululawang resmi meluncurkan inovasi “SIGAP BULULAWANG” atau Sinergi dan Gerak Cepat Penanganan Bencana Kecamatan Bululawang.

Langkah strategis ini dirilis langsung dalam forum Komunikasi dan Konsultasi Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di Pendopo Kecamatan Bululawang guna memperkuat sistem kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan bencana berbasis kewilayahan. 

Forum pada Selasa (6/10/2026) ini, menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sebagai pembina teknis, serta dihadiri jajaran Forkopimcam, Sekretaris Desa se-Kecamatan Bululawang, Relawan Rescue, PMI, Tagana, hingga organisasi RAPI.

Dalam sambutannya, Camat Bululawang, Hanindyo Daryawan P., menegaskan bahwa penanggulangan bencana memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, bukan pergerakan mandiri.

“Kencana ini menjadi wadah utama kami untuk memperkuat sinergi lintas instansi dan lembaga di Kecamatan Bululawang. Kesiapsiagaan dan penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan komitmen dan kolaborasi bersama,” ujar Hanindyo.

“Komitmen ini kami wujudkan melalui inovasi Sigap Bululawang, yang sekaligus menjadi penguat bagi keberadaan Desa Tangguh Bencana (Destana) di seluruh wilayah desa se-Kecamatan Bululawang,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menyampaikan bahwa integrasi pengurangan risiko bencana harus tertanam kuat di dalam tata kelola pemerintahan tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa. 

“Melalui program Kencana, jalur koordinasi dan kesiapsiagaan bencana dibuat lebih efektif, terstruktur, dan responsif. Penanganan bencana harus diperkuat mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat desa melalui pergerakan Destana. Setiap instansi dan organisasi relawan harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing,” ungkap Purwoto.

Lebih lanjut, BPBD Kabupaten Malang menjabarkan mekanisme teknis lapangan secara runtut yang dimulai dari percepatan pembentukan serta pemantapan Tim Reaksi Cepat (TRC) di tingkat kecamatan hingga desa demi memastikan respons awal yang terkoordinasi saat darurat.

Setelah itu, tim di lapangan wajib melakukan asesmen cepat (quick assessment) secara terstandar untuk menilai dampak dan kebutuhan sebelum mengoordinasikan bantuan dari tingkat Kabupaten Malang.

Seluruh tahapan penanggulangan baik pra-bencana, tanggap darurat, maupun pasca-bencana juga harus berjalan sistematis merujuk pada dokumen Kajian Risiko Bencana.

Guna mendukung kelancaran operasi, dibangun pula rantai jejaring informasi yang terpadu antar-relawan dan TNI-Polri agar alur laporan berjalan tanpa jeda, yang kemudian disempurnakan dengan kewajiban setiap desa untuk memetakan kerawanan wilayah serta mengintegrasikan anggaran desa demi keberlanjutan relawan Destana. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *