SMPN 1 Jepon Blora Terima Anggaran Revitalisasi Rp804,7 Juta dari Kemendikdasmen
Team Work
– 08 October 2026 | 11:10 – Dibaca 7 kali
Aktivitas pekerja saat merenovasi ruang kelas SMPN 1 Jepon, Blora. (Foto: Dok. Suara Indonesia).
BERITA PLUS, BLORA — Pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran sebesar Rp804,7 juta untuk revitalisasi SMPN 1 Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas dan satu ruang UKS.
Kepala SMPN 1 Jepon Eny Rubianti mengatakan, pekerjaan revitalisasi dimulai sejak 25 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
“Kita mendapatkan rehab tujuh ruang kelas dan satu ruang UKS,” kata Eny, Kamis (8/10/2026), di lokasi.
Ia mengatakan, saat ini pengerjaan telah memasuki tahap akhir, yakni pengecatan. Pihak sekolah terus berkoordinasi dengan para pekerja agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target waktu.
“Saya selalu ingatkan terkait target waktu agar pembangunan tidak telat. Alhamdulillah para pekerja memahami,” ujarnya.
Menurut Eny, program revitalisasi tersebut sangat membantu sekolah dalam memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran. Dengan adanya perbaikan, ruang kelas diharapkan menjadi lebih baik, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui program ini karena sangat membantu memperbaiki ruang kelas agar lebih apik dan nyaman untuk belajar siswa,” katanya.
Ia berharap, ruang-ruang lain yang masih membutuhkan perbaikan dapat kembali memperoleh program revitalisasi pada tahun berikutnya.
SMPN 1 Jepon saat ini memiliki 946 siswa yang terbagi dalam 30 rombongan belajar. Selama proses pembangunan berlangsung, sekolah harus melakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sebanyak 128 siswa dari empat kelas untuk sementara dipindahkan ke ruangan lain karena ruang kelas mereka masih dalam tahap pengerjaan.
“Tiga kelas kita tempatkan di lobi dengan menggunakan sekat, sedangkan satu kelas menggunakan laboratorium IPA,” jelasnya.
Selain memperbaiki sarana pendidikan, pelaksanaan revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 15 warga setempat dilibatkan sebagai pekerja selama proses pembangunan.
Para pekerja tersebut juga mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Salah seorang pekerja, Siswanto, mengatakan proyek revitalisasi tersebut memberikan kesempatan kerja bagi warga sekitar selama proses pembangunan berlangsung.
“Di sini ada 15 pekerja dengan saya. Jadi selama empat bulan ini saya punya pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, pihak sekolah juga memperhatikan aspek keselamatan siswa selama pekerjaan berlangsung. Pembatas dipasang di sekitar lokasi pembangunan, terutama ketika pekerja melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan.
“Kemarin waktu menaikkan genteng, kita kasih tali pembatas. Takutnya di bawah ada siswa yang lewat, nanti bisa membahayakan,” pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Alfiana Putri |
