October 16, 2026

Bikin Lansia Sebatang Kara Tak Lagi Sendiri, Pemkab Banyuwangi Luncurkan Gerakan Teman Lansia

0


News
Bikin Lansia Sebatang Kara Tak Lagi Sendiri, Pemkab Banyuwangi Luncurkan Gerakan Teman Lansia

Bupati Ipuk meluncurkan Teman Lansia untuk mendampingi warga senior. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi meluncurkan gerakan Teman Lansia untuk memperkuat pendampingan bagi warga lanjut usia (lansia), terutama mereka yang hidup sebatang kara dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Program tersebut diperkenalkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (8/10/2026). Teman Lansia menjadi bagian dari upaya pemkab memastikan lansia rentan tidak terlewat dari berbagai layanan yang tersedia.

Gerakan ini melengkapi sejumlah program yang sebelumnya telah dijalankan Pemkab Banyuwangi, seperti Rantang Kasih, layanan kesehatan jemput bola, serta pelayanan administrasi kependudukan.

“Di lapangan masih ada warga lansia yang belum mendapat manfaat dari program pemerintah. Dengan inovasi Teman Lansia ini, kami berharap semua lansia di Banyuwangi, khususnya yang sebatang kara dan miskin, bisa mendapatkan dukungan itu,” kata Ipuk.

Teman Lansia nantinya berperan melakukan pemetaan dan mengidentifikasi warga senior yang membutuhkan bantuan. Tim juga menjadi penghubung antara lansia dengan layanan pemerintah sesuai persoalan yang dihadapi.

Pelaksanaannya melibatkan sejumlah unsur di tingkat wilayah. Di antaranya camat, pemerintah desa atau kelurahan, pilar-pilar sosial, kader PKK, organisasi lansia, serta karang taruna.

“Teman Lansia akan kami tugaskan menyisir lansia yang butuh dukungan. Lansia akan didampingi dan diidentifikasi apa kebutuhan paling utama dari lansia tersebut. Termasuk saat ada lansia miskin sakit dan belum punya BPJS, nanti difasilitasi melalui PBI maupun APBD,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, pola pendampingan tersebut dibuat agar pemerintah tidak hanya bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat. Dengan kehadiran tim di lapangan, kondisi lansia rentan dapat diketahui lebih awal.

Teman Lansia juga bekerja dengan dukungan lintas sektor, termasuk BPJS Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang tersedia akan digunakan bersama hasil temuan lapangan untuk membantu menentukan lansia yang membutuhkan intervensi.

“Selain temuan di lapangan, tim juga dibekali data lansia di lingkup kerja mereka. Kami ingin lansia di Banyuwangi tertangani agar lebih berkualitas hidupnya,” kata Ipuk.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi Puguh Widodo menjelaskan, Teman Lansia akan melakukan asesmen terhadap lansia dengan tingkat kerentanan tinggi.

Identifikasi dilakukan berdasarkan laporan pilar-pilar sosial serta data yang tersedia. Hasil asesmen kemudian dicatat melalui formulir digital yang terhubung langsung dengan Dinas Sosial.

Data tersebut menjadi dasar bagi Dinas Sosial untuk mengoordinasikan penanganan sesuai persoalan masing-masing lansia. Dengan demikian, pendataan tidak berhenti pada pencatatan, tetapi dilanjutkan dengan pemenuhan kebutuhan.

“Tidak hanya mendata, tetapi juga memastikan kebutuhan lansia ditindaklanjuti. Misalnya kalau memang butuh dikirim makanan harian, ataupun butuh alat bantu gerak. Nanti kami suport dari APBD atau menggerakkan elemen untuk membantu mereka,” ujar Puguh.

Melalui gerakan Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi ingin memperkuat perlindungan bagi warga senior, terutama mereka yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Pendampingan langsung di tingkat wilayah diharapkan membuat berbagai program pemerintah untuk lansia semakin tepat sasaran dan dapat menjangkau warga yang selama ini belum tersentuh layanan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Bahrullah





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *