Jejak Buya Hamka dan Semangat Gol A Gong, Safari Literasi Hangatkan Pesantren Kauman Padang Panjang
Kedatangan Duta Baca Nasional Gol A Gong bersama rombongan di Pesantren Internasional Kauman Padang Panjang (Foto: Dok. Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang)
BERITA PLUS, PADANG PANJANG – Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menjadi saksi perjumpaan yang sarat makna.
Duta Baca Nasional, Gol A Gong, hadir di lembaga yang pernah menjadi rumah dan tempat belajar tokoh besar bangsa, Buya Hamka, dalam rangkaian Safari Literasi di Sumatera Barat, Rabu (7/10/2026).
Kedatangan Gol A Gong disambut hangat oleh Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, MA., bersama jajaran pimpinan. Turut mendampingi Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Padang Panjang, Januardi, S.S., M.Si., serta penulis dan pegiat literasi Sumatera Barat, Muhammad Subhan.
Dr. Derliana menyambut gembira kunjungan tersebut. “Kauman adalah rumah tradisi literasi yang ditanamkan Buya Hamka. Kehadiran Gol A Gong menjadi jembatan indah yang menghubungkan semangat masa lalu dengan harapan masa depan melalui budaya membaca dan menulis,” ujarnya.
Sebagai tanda silaturahmi, ia menyerahkan buku Kulliyatul Muballighien kepada Gol A Gong, simbol warisan intelektual pesantren.
Rombongan kemudian menyusuri Museum Buya Hamka, dipandu oleh Ustadz Surya Bunawan. Menyaksikan ruang kerja, koleksi tulisan, buku, dan foto-foto bersejarah, Gol A Gong tampak terkesan.
“Buya Hamka mengajarkan bahwa pena bisa lebih kuat daripada pedang. Tradisi ini harus terus dijaga dan diwariskan,” ucapnya.
Berlanjut di Aula AR Sutan Mansur, ratusan santri telah menanti. Januardi dalam sambutannya mengingatkan, “Masa muda adalah masa terbaik menanamkan kebiasaan membaca. Mulailah dari sekarang, karena buku adalah jendela dunia yang tak pernah tertutup.”
Saat giliran Gol A Gong berbicara, suasana berubah hening namun hangat. Ia tak sekadar bercerita tentang buku, melainkan tentang hidup, tentang bagaimana ia kehilangan tangan kirinya sejak kecil, namun ayahnya selalu berkata “Kamu boleh kehilangan tangan, tapi jangan pernah kehilangan cita-cita.”
Pesan sederhana itu menyentuh hati seluruh santri. “Membaca membuka pikiran, menulis meninggalkan jejak. Jangan takut keterbatasan, karena semangatlah yang menentukan seberapa jauh kamu melangkah,” ujar Gol A Gong.
Sesi tanya-jawab berlangsung meriah, dengan buku-buku karyanya sebagai hadiah bagi santri yang berani bertanya.
Safari literasi ini bukan sekadar kunjungan. Ia adalah pertemuan dua semangat yaitu semangat Buya Hamka yang menebar ilmu lewat tulisan, dan semangat Gol A Gong yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.
Di Kauman Padang Panjang, api literasi itu kembali dinyalakan di tangan-tangan generasi muda yang akan melanjutkan perjuangan. (Adv)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Anggun Fitria |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
