Punya 80 Siswa, TK Pertiwi II Jiken Blora Dapat Revitalisasi Rp 1 Miliar Lebih
Team Work
– 09 October 2026 | 14:10 – Dibaca 0 kali
TK Pertiwi II Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapat bantuan revitalisasi tahap II senilai Rp 1,008 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. (Foto: Dok. Suara Indonesia)
BERITA PLUS, BLORA – TK Pertiwi II Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapat bantuan revitalisasi tahap II senilai Rp 1,008 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan belajar bagi sekitar 80 siswa, menyusul kondisi bangunan lama yang mengalami keretakan.
Dana tersebut digunakan untuk membangun ruang kelas baru, merehabilitasi bangunan lama, serta menata lingkungan sekolah.
Berdasarkan papan proyek di lokasi, revitalisasi ini merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Pekerjaan berlangsung selama 120 hari kalender, mulai 27 Juli hingga 24 November 2026.
Kepala TK Pertiwi II Jiken, Sri Suwabtiningsih, mengatakan sekolah saat ini memiliki sekitar 80 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel). Setiap rombel terdiri atas 13 hingga 14 anak.
Namun, jumlah siswa tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan ruang kelas yang memadai. Sebelum mendapat bantuan revitalisasi, sekolah hanya memiliki dua gedung. Salah satunya mengalami keretakan parah hingga membelah bagian bangunan.
“Gedung yang berdiri sejak 2010 itu sudah ada retakan yang membelah, sehingga membahayakan siswa. Satu gedung lainnya masih bagus, tetapi belum ada plafon sehingga terasa panas saat musim kemarau,” kata Sri, dilokasi, Jumat (9/10/2026).
Keterbatasan ruang kelas juga membuat kegiatan belajar mengajar kurang nyaman. Untuk menampung seluruh siswa, ruang kelas harus dibagi menggunakan sekat sehingga kapasitas setiap ruangan menjadi terbatas.
“Dulu hanya ada dua ruang kelas dengan sistem sekat. Kalau satu ruangan dibagi dua, tentu menjadi sempit,” ujarnya.
Sri menjelaskan, bantuan revitalisasi tersebut diperoleh setelah pihak sekolah melaporkan kondisi bangunan dan keterbatasan ruang kelas melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Laporan disampaikan sesuai kondisi riil sekolah.
Melalui program revitalisasi itu, sekolah mendapat pembangunan dua ruang kelas baru dan rehabilitasi dua ruang kelas. Setelah pekerjaan selesai, TK Pertiwi II Jiken ditargetkan memiliki empat gedung dengan total lima ruang kelas yang dilengkapi sekat permanen.
Selain ruang kelas, pekerjaan juga mencakup pembangunan ruang usaha kesehatan sekolah (UKS), penyediaan fasilitas sanitasi, penataan lingkungan, serta pengadaan alat permainan edukatif (APE).
Area bermain anak akan dipusatkan di satu lokasi agar lebih tertata. Sementara itu, area yang sebelumnya digunakan untuk permainan akan dialihkan menjadi tempat parkir guru.
“Area bermain kita fokuskan di satu tempat supaya lebih rapi. Nantinya ada pohon mangga sebagai peneduh,” jelasnya.
Penataan lingkungan juga dilakukan untuk mengantisipasi banjir. Selama ini, aliran air hujan melewati bagian belakang gedung sekolah sehingga berpotensi menggenangi lingkungan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pelaksana proyek membuat saluran air berukuran besar. Sekolah juga mendapat fasilitas penyediaan air dan keran dengan sumber air dari perusahaan daerah air minum (PDAM).
Sri berharap penambahan fasilitas dan perbaikan bangunan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa.
Selama proses pembangunan berlangsung, pihak sekolah mengatur penempatan siswa secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi bangunan dan petunjuk teknis pelaksanaan.
Sementara itu, mandor proyek, Mulyadi, mengatakan progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen. Pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir November 2026.
“Sekitar 20 pekerja dilibatkan. Sebagian besar warga setempat, sedangkan tenaga dari luar daerah juga didatangkan untuk memenuhi kebutuhan pekerja,” kata Mulyadi.
Dia menjelaskan, ruang kelas baru memiliki ukuran 6 x 8 meter, sedangkan ruang UKS berukuran 3 x 8 meter. Untuk menjaga keamanan material, bahan bangunan disimpan di gudang milik desa setelah berkoordinasi dengan kepala desa setempat.
Salah seorang wali murid, Sri Wahyuni, menyambut baik pembangunan tersebut. Dia mengaku telah dua kali menyekolahkan anaknya di TK Pertiwi II Jiken.
Menurut dia, kondisi ruang belajar sebelumnya terasa sesak. Bahkan, anaknya kerap pulang dengan seragam basah akibat berkeringat selama mengikuti kegiatan belajar.
“Senang sekolahnya sekarang jadi besar. Anak-anak tidak lagi umpel-umpelan. Dulu anak pertama saya bahkan pernah belajar di teras,” ungkapnya.
Dia berharap fasilitas baru tersebut dapat membuat anak-anak lebih nyaman saat belajar sekaligus memiliki ruang bermain yang aman untuk mendukung kreativitas dan tumbuh kembang mereka. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Alfiana Putri |
