DSDABM Surabaya Respon Insiden Pipa Petrokimia Gresik Bocor di Tambak Mayor, Perbaikan Didukung Tenaga 24 Jam
Jefri Hadi
– 14 October 2026 | 18:10 – Dibaca 11 kali
Proyek pembangunan tampungan air atau long storage terjadi genangan hujan sebabkan jaringan pipa air milik PT Petrokimia Gresik bocor di kawasan Tambak Mayor, Surabaya. (Foto: Yulian/suaraindonesia)
BERITA PLUS, SURABAYA – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya bersama Petrokimia Gresik kini berkoordinasi mempercepat perbaikan, dengan dukungan tenaga kerja selama 24 jam, Rabu (14/10/2026).
Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan kerusakan pipa terjadi saat pekerjaan penggalian untuk pembangunan tampungan air tersebut berlangsung.
Disebutkan, penggalian menggunakan alat berat dalam proyek pembangunan tampungan air atau long storage untuk menangani genangan hujan menyebabkan jaringan pipa air milik PT Petrokimia Gresik bocor di kawasan Tambak Mayor, Surabaya, Selasa (13/10).
Proyek itu, tambahnya merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya mengatasi genangan air hujan di sekitar Tambak Mayor.
Adi mengatakan DSDABM telah berkoordinasi dengan Petrokimia Gresik untuk menangani kerusakan yang terjadi selama pekerjaan berlangsung.
Pemkot Surabaya juga menyatakan komitmennya mendukung proses perbaikan hingga tuntas, termasuk menyiapkan tenaga kerja selama 24 jam.
“Kami telah berkoordinasi dengan Petrokimia Gresik dan menyiapkan dukungan tenaga kerja selama 24 jam. Kami berkomitmen untuk terus mendukung proses perbaikan hingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Adi.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, mengatakan tim teknis perusahaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya langsung mendatangi lokasi setelah insiden untuk melakukan penanganan awal.
“Sebagai langkah pengendalian, Petrokimia Gresik menghentikan operasional pompa pada jaringan terdampak sejak pukul 12.30 WIB pada hari kejadian,” terangnya.
Langkah tersebut, ulas Nuril upaya untuk menghentikan aliran air di titik kebocoran tetqp berjalan sehingga pemeriksaan dan perbaikan dapat dilanjutkan.
“Aliran air pada titik kebocoran telah berhasil dihentikan, dan saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk memastikan proses perbaikan berjalan dengan baik hingga jaringan pipa kembali berfungsi normal,” kata Nuril.
Pipa yang mengalami kerusakan berbahan Glass Reinforced Plastic (GRP) dan merupakan bagian dari jaringan penyaluran air Pengolahan Air Gunungsari milik Petrokimia Gresik.
Meski aliran air di titik kebocoran telah berhenti, lanjutnya jaringan tersebut belum langsung dioperasikan kembali karena masih memerlukan pemeriksaan dan perbaikan untuk memastikan kondisinya sebelum difungsikan.
Diketahui, pada Selasa (13/10), Petrokimia Gresik dan DSDABM Surabaya juga menggelar rapat koordinasi guna menyepakati langkah penanganan serta penyelesaian kerusakan pipa.
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat perbaikan sekaligus menjaga keselamatan dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekitar.
Nuril mengapresiasi dukungan DSDABM dan BPBD Surabaya dalam penanganan insiden sejak awal.
Ia memastikan kebocoran tersebut tidak memengaruhi kegiatan operasional Petrokimia Gresik karena perusahaan telah melakukan langkah mitigasi selama proses perbaikan berlangsung.
Hingga proses perbaikan selesai, sebutnya Petrokimia Gresik dan Pemkot Surabaya terus mengawal penanganan jaringan pipa.
Selanjuntnya, Nuril menegaskan untuk pengoperasian kembali akan dilakukan setelah pemeriksaan dan perbaikan memastikan jaringan dapat berfungsi normal.(*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Alfiana Putri |
