October 16, 2026

Gandrung Sewu 2026 Tampil Malam Hari, Banyuwangi Bidik Panggung Dunia

0


Budaya
Gandrung Sewu 2026 Tampil Malam Hari, Banyuwangi Bidik Panggung Dunia

Gandrung Sewu 2026 hadir dengan konsep glow in the dark. (Foto: Dok. Humaskab).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 menghadirkan format berbeda dengan mengusung konsep glow in the dark. Ribuan penari akan tampil pada malam hari dengan balutan instrumen bercahaya di Pantai Boom, Banyuwangi.

Memasuki penyelenggaraan ke-14, agenda yang masuk Kalender Event Nasional (KEN) tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan promosi budaya Banyuwangi hingga tingkat internasional.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, penyelenggaraan tahun ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan InJourney. Inovasi tersebut diharapkan membawa Gandrung Sewu ke level yang lebih luas.

“Kami bekerjasama dengan InJourney untuk menyajikan Gandrung Sewu yang naik kelas. Kami menyajikannya dengan konsep baru agar bisa dikenal di panggung dunia,” ungkap Ipuk dalam konferensi pers di TMII, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Jika pada penyelenggaraan sebelumnya pertunjukan berlangsung pada siang hari, tahun ini Gandrung Sewu dijadwalkan pada malam hari. Para penari akan menggunakan perlengkapan khusus yang memunculkan cahaya warna-warni sehingga menciptakan tampilan berbeda di tengah suasana temaram pantai.

Ipuk menegaskan, Gandrung Sewu bukan sekadar agenda pariwisata. Pagelaran kolosal tersebut juga menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.

“Gandrung sewu, bagi kami, tidak hanya sebatas wisata. Tapi, ini adalah keluhuran budaya kami. Kami wariskan nilai pada generasi muda, sekaligus mengenalkannya pada dunia,” ujar Ipuk.

Pengembangan Gandrung Sewu turut menarik keterlibatan InJourney. Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai Banyuwangi memiliki modal alam dan budaya yang dapat dikembangkan untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

“Banyuwangi memiliki fondasi alam dan budaya yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,” ujar Maya.

Sebagai perusahaan di bawah Danantara yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney mendorong pengembangan destinasi melalui ekosistem pariwisata yang saling terhubung. Upaya tersebut juga menyasar daerah yang memiliki konektivitas penerbangan, termasuk Banyuwangi.

Menurut Maya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan mendatangkan pengunjung. Durasi tinggal wisatawan, aktivitas selama berkunjung, serta dampak ekonomi bagi masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan destinasi.

“InJourney melihat pariwisata sebagai sebuah ekosistem yang perlu dikembangkan secara terintegrasi. Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat,” terangnya.

Gandrung Sewu 2026 mengangkat tema Kembang Dharmo dan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026. Pertunjukan ini melibatkan sekitar 1.300 penari, baik dari Banyuwangi maupun daerah lain.

Dengan konsep pertunjukan malam dan dukungan kolaborasi lintas sektor, Gandrung Sewu diharapkan semakin memperkuat posisi budaya Banyuwangi sebagai daya tarik pariwisata yang dikenal hingga mancanegara. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *