October 16, 2026

Perkuat Stabilitas Selama Ramadan, Rutan Situbondo Gencarkan Pengawasan Internal Secara Humanis

0



Syamsuri
– 02 March 2026 | 18:03 – Dibaca 18 kali

News
Perkuat Stabilitas Selama Ramadan, Rutan Situbondo Gencarkan Pengawasan Internal Secara Humanis

Rutan Situbondo Kelas IIB saat melakukan inspeksi mendadak di sejumlah blok hunian warga binaan pemasyarakatan. (Foto: Humas Rutan Situbondo)

BERITA PLUS, SITUBONDO – Menyambut bulan suci Ramadan, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Situbondo memperkuat langkah pengamanan internal melalui inspeksi mendadak di sejumlah blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Senin (2/3/2026).

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi deteksi dini guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan ibadah.

Kegiatan yang melibatkan jajaran Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) bersama Regu Pengamanan (Rupam) tersebut difokuskan pada pemeriksaan kamar hunian serta barang pribadi WBP.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak adanya benda terlarang seperti alat komunikasi ilegal, senjata tajam, maupun barang lain yang berpotensi mengganggu situasi keamanan di dalam rutan.

Pelaksanaan inspeksi dipimpin langsung oleh Kepala KPR dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan profesional. Petugas tetap menjunjung tinggi hak-hak warga binaan serta menjaga suasana pemeriksaan berlangsung tertib dan kondusif. Hingga kegiatan berakhir, tidak ditemukan gangguan yang dapat mempengaruhi stabilitas keamanan.

Kepala Rutan Situbondo, Suwono, menegaskan bahwa peningkatan intensitas pengawasan selama Ramadan merupakan langkah preventif yang telah dipetakan secara sistematis. Menurutnya, bulan suci menjadi momentum penting dalam proses pembinaan spiritual warga binaan.

“Ramadan menghadirkan ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi warga binaan. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam situasi yang aman, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tertib,” ujar Suwono.

Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan tidak semata-mata bersifat represif, melainkan bagian dari tata kelola pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan pencegahan. Dengan demikian, stabilitas keamanan tetap terjaga tanpa mengesampingkan pendekatan yang humanis. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Syamsuri
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *