October 16, 2026

Jelang Lebaran 1447 H, Pemkab Malang Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi

0


News
Jelang Lebaran 1447 H, Pemkab Malang Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malang Tahun 2026. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, MALANG – Memasuki Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bergerak cepat guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Mewakili Bupati Malang, M. Sanusi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, memimpin langsung High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malang Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Anusapati, Rabu (4/3/2026).

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Forkopimda, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Kepala BPS, hingga para camat se-Kabupaten Malang.

Fokus utama diskusi adalah membedah perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting) dan merumuskan kebijakan taktis agar inflasi di wilayah Kabupaten Malang tetap terjaga.

Berdasarkan laporan proyeksi neraca pangan strategis periode Januari hingga Maret 2026, ketersediaan pangan di Kabupaten Malang terpantau relatif terkendali. Beberapa komoditas strategis bahkan dipastikan berada pada zona aman, di antaranya: Daging ayam, telur, Bawang merah, aneka cabai, dan Minyak goreng.

Selain itu, Kabupaten Malang mempertegas posisinya sebagai lumbung pangan dengan keunggulan di sektor peternakan sebagai salah satu penghasil susu sapi perah terbesar di Jawa Timur. Di sektor pertanian, Sekda Budiar menonjolkan keberhasilan Padi Varietas Lokal SUKMA yang memiliki produktivitas tinggi mencapai 12 ton per hektare.

Dalam sambutan Bupati Malang yang dibacakannya, Sekda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus TPID atas langkah konkret yang telah diambil.

“Saya berharap kegiatan hari ini mewujudkan sinkronisasi data dan analisis ketersediaan pangan yang akurat, sehingga kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran, khususnya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H,” tegas Budiar.

Pemerintah Kabupaten Malang juga telah menjalankan berbagai program inovatif, seperti, Hilirisasi Ayam Terintegrasi bekerja sama dengan ID Food untuk menjaga rantai pasok daging ayam.

Kolaborasi intensif dengan Satgas Pangan untuk mengawasi stok dan harga di pasar. Kemudian pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah di berbagai titik wilayah secara berkala.

Sebagai penutup, Sekda menekankan pentingnya modernisasi sektor pertanian dan revitalisasi infrastruktur irigasi guna menjaga keberlanjutan produksi. Ia juga mendorong penguatan kerja sama antardaerah dan optimalisasi konektivitas distribusi agar pengendalian inflasi dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan efektif. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *