Terkendala Lahan, Baru Empat dari 12 Desa di Sreseh Sampang yang Mendirikan KDMP
Bangunan Koprasi Desa Merah Putih di Desa Bundeh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang yang sudah terbangun (Foto; Hoirur Rosikin/Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, SAMPANG – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, hingga kini belum berjalan merata. Dari total 12 desa, baru empat desa yang mulai membangun koperasi, sementara tujuh desa lainnya masih terkendala persoalan lahan.
Kecamatan Sreseh terdiri atas Desa Bangsah, Bundah, Disanah, Junok, Klobur, Labang, Labuhan, Marparan, Noreh, Plasah, dan Sreseh. Namun, belum seluruh desa tersebut dapat merealisasikan pembangunan KDMP.
Camat Sreseh, Arif Purna Hermawan, mengatakan bahwa dari seluruh desa yang ada di wilayahnya, baru sebagian yang memulai pembangunan KDMP.
“Desa yang sudah membangun KDMP di antaranya Desa Labeng, Noreh, Bundeh, dan Bangsah,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).
Ia menjelaskan, kendala utama yang dihadapi desa-desa yang belum membangun KDMP adalah keterbatasan lahan. Pembangunan koperasi tersebut membutuhkan tanah milik desa dengan ukuran dan lokasi yang sesuai.
“Desa yang belum membangun KDMP perlu melakukan tukar guling tanah agar memiliki lahan yang memenuhi syarat, baik dari sisi ukuran maupun letaknya yang strategis,” tuturnya.
Sementara itu, Danramil Sreseh, M. Arief Rachman, membenarkan bahwa baru empat desa yang saat ini tengah melaksanakan pembangunan KDMP, yakni Desa Bundeh, Bangsah, Noreh, dan Labeng.
“Progres pembangunan di empat desa tersebut sudah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen. Insyaallah pada Juni 2026 pembangunan bisa selesai,” jelasnya, Senin (16/03/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini pembangunan KDMP baru dilakukan di empat desa, sedangkan tujuh desa lainnya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah desa masing-masing. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Hoirur Rosikin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
