Pelepasan 15 Bus Balik Kerja Bareng BPKH 2026 Diserbu 11 Ribu Pendaftar
Jefri Hadi
– 24 March 2026 | 18:03 – Dibaca 310 kali
Suasana pelepasan bus peserta balik kerja bareng BPKH 2026. (Foto: Yulian/Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, SURABAYA – Pelepasan bus peserta program “Balik Kerja Bareng BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) 2026” diikuti 11 ribu pendaftar secara antusias kembali ke perantauan dengan aman, nyaman, dan terjangkau setelah momentum lebaran Idulfitri 1447 H/2026, Selasa (24/3/3026).
Hal itu disampaikan Anggota Badan Pelaksana BPKH, Indra Gunawan, kegiatan ini menjadi bagian program “Balik Kerja Bareng BPKH 2026” sekaligus bentuk komitmen lembaga dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Tingginya minat menunjukkan layanan ‘Program Balik Kerja Bareng BPKH 2026’ membantu masyarakat kembali ke perantauan dengan aman, nyaman, dan terjangkau setelah merayakan momentum lebaran hari raya Idulfitri 1447 H/2026,” ujarnya.
Olehnya, bagi para pendaftar program ini sangat dibutuhkan karena mampu mendukung mobilitas sekaligus meringankan biaya perjalanan.
Indra menambahkan adapun tingginya minat antusiasme mencapai jumlah pendaftar lebih dari 11.000 orang, sementara kuota yang tersedia hanya 2.700 peserta.
Para peserta diberangkatkan dari empat kota, yakni Surabaya, Lampung, Solo, dan Yogyakarta, dengan masing-masing titik menampung sekitar 675 peserta.
Secara khusus di Surabaya, sebutnya untuk jumlah pendaftar mencapai 1.412 orang, sedangkan kuota yang tersedia hanya 675 peserta.
“Tingginya selisih ini mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi balik kerja yang aman dan terjangkau,” terangnya.
Hari ini, lanjutnya sebanyak 675 peserta dari Surabaya diberangkatkan dari Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. BPKH menyiapkan 15 bus eksekutif untuk mengantarkan peserta menuju sejumlah kota tujuan, seperti Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Poris Plawad, dan Terminal Baranangsiang.
Selain transportasi gratis, peserta juga memperoleh fasilitas pendukung perjalanan, mulai dari konsumsi hingga perlengkapan dasar.
Indra merinci, pendanaan program ini bersumber dari nilai manfaat pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU), bukan dari setoran awal jemaah haji.
“Pokok dana tetap terjaga, sementara hasil pengembangannya dioptimalkan untuk kemaslahatan umat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menilai partisipasi masyarakat dalam program ini terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Antusiasme peserta Program Balik Kerja BPKH 2026 meningkat. Ke depan, kami berharap BPKH dapat menambah armada, terutama di Jawa Timur yang memiliki jumlah jemaah haji tunggu terbesar,” ujarnya.
Kegiatan pelepasan di Surabaya turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Amania, Asisten Gubernur Jawa Timur Akhmad Jazuli, serta Pembina Yayasan Ummul Quro Ahmad Syakur.
Melalui program ini, BPKH berupaya menghadirkan kemaslahatan bagi umat sekaligus membantu meringankan beban para perantau yang kembali bekerja setelah libur Lebaran. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
