Musrenbang RKPD Sumenep 2027, Sebanyak 771 Aspirasi Bakal Diseleksi Ketat
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto, saat menyampaikan sambutan di Musrenbang 2027 Sumenep. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, SUMENEP – Sebanyak 771 usulan masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sumenep Tahun 2027 dipastikan akan melalui proses seleksi ketat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat menegaskan, seluruh aspirasi yang masuk akan disaring berdasarkan skala prioritas, kemampuan anggaran, serta kesesuaian dengan arah kebijakan pembangunan.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menyampaikan, bahwa tingginya jumlah usulan menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk memastikan program yang dipilih benar-benar tepat sasaran.
“Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat, yang sekaligus menjadi tantangan bagi kita untuk melakukan proses penyaringan berdasarkan skala prioritas,” ujarnya, Senin (30/03/2026).
Menurut dia, Musrenbang RKPD 2027 yang digelar di Pendopo Keraton Sumenep itu, merupakan puncak dari rangkaian panjang tahapan perencanaan pembangunan.
Dia menerangkan, sebelumnya proses telah diawali dari musyawarah desa pada Juli hingga September 2025, dilanjutkan forum konsultasi publik pada Januari 2026, Musrenbang tingkat kecamatan pada Februari, hingga forum perangkat daerah pada Maret 2026.
Selain usulan masyarakat, terdapat pula 208 usulan pokok pikiran (pokir) DPRD yang tersebar di berbagai perangkat daerah. Usulan tersebut didominasi sektor infrastruktur, khususnya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, serta sektor sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan. Seluruhnya akan melalui tahapan verifikasi berjenjang sebelum diakomodasi dalam dokumen perencanaan.
Arif menegaskan bahwa tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan. Pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian dengan kapasitas fiskal daerah dan arah pembangunan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, program yang dihasilkan nantinya benar-benar memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan Musrenbang adalah untuk menghimpun masukan dari seluruh pemangku kepentingan sebagai bahan penyempurnaan RKPD 2027.
“Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memperoleh masukan dan saran dari para pemangku kepentingan sebagai bahan penyempurnaan rancangan RKPD Kabupaten Sumenep Tahun 2027,” katanya.
Kegiatan tersebut, kata dia melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepala OPD, camat, instansi vertikal, BUMD, hingga akademisi, organisasi masyarakat, mahasiswa, dan insan media. Keterlibatan luas itu, diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan yang lebih inklusif dan partisipatif.
Sementara dari sisi penganggaran, pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 didukung oleh APBD Kabupaten Sumenep Tahun 2026 yang dikelola oleh Bappeda. Hal itu untuk memastikan seluruh proses perencanaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Arif juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam forum ini. Ia berharap perencanaan pembangunan ke depan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu mendorong perubahan yang lebih nyata dan berkelanjutan.
Maka, Arif menekankan melalui Musrenbang tersebut, Pemkab Sumenep menargetkan lahirnya perencanaan pembangunan yang lebih terarah, partisipatif, dan tepat sasaran, seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami mengharapkan adanya penguatan sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, agar perencanaan pembangunan tahun 2027 tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mampu mendorong transformasi pembangunan yang lebih berkualitas,” tandasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Mahrus Sholih |
