Uang Palsu Marak Beredar di Blitar usai Lebaran, Sasaran Pedagang Kaki Lima
ilustrasi uang palsu. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, BLITAR – Usai Lebaran tahun 2026, uang palsu (upal) mulai beredar di sejumlah wilayah Blitar, Jawa Timur. Ironisnya, orang tak bertanggung jawab ini tega membeli sebuah produk pedagang kaki lima pinggir jalan yang usianya sudah paru baya.
Kapolsek Nglegok, Polres Blitar Kota, AKP Murdianto, mengatakan, ada satu insiden terjadi di wilayah Dusun Salam, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Ia merupakan seorang penjual jamu keliling, waktu itu ada orang lelaki hendak membeli jamu dengan uang pecahan Rp100 ribu rupiah.
“Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu (28/03/25) siang lalu, dimana ada seorang laki-laki sedang membeli jamu di daerah Kedawung. Orang tak dikenal itu, memiliki uang sebesar Rp100 ribu dan dibelikan jamu tradisional Rp 20 ribu sehingga dapat kembalian Rp80 ribu,” ujarnya.
Hasil penyelidikan, upal yang digunakan terduga pelaku termasuk kualitas rendah karena hampir sama dengan mainan uang palsu anak-anak. Mungkin, pelaku lebih memilih orang tua untuk mengedarkan dan mencari keuntungan dari upal.
“Sebelumnya, beberapa anggota Polsek Nglegok sudah mendatangi rumah korban untuk menggali informasi dan melihat barang bukti. Begitu dicek uangnya seperti mainan anak kecil dan terduga pelaku mengendarai sebuah motor matic,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga kini polisi terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini walaupun minim bukti. Polres Blitar Kota meminta masyarakat jika ada peristiwa seperti itu segera melapor ke Polsek terdekat guna ditindaklanjuti. Mengingat, ada beberapa tayangan video beredar di medsos soal kasus penyebaran upal di tiga titik. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Arik Susanto |
| Editor | : Mahrus Sholih |
