Arus Balik di Pelabuhan Ketapang Masih Padat, 404 Ribu Pemudik Sudah Kembali ke Bali
Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang masih mengular meski posko Lebaran resmi ditutup. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, BANYUWANGI – Masa Posko Angkutan Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk resmi ditutup. Meski demikian, arus balik pemudik menuju Bali masih terus berlangsung.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menyampaikan mayoritas pemudik telah kembali ke Pulau Dewata. Tercatat sekitar 404 ribu penumpang dalam kendaraan atau setara 78 persen sudah menyeberang dari Jawa ke Bali.
Untuk kendaraan, jumlah yang telah menyeberang mencapai sekitar 127 ribu unit atau 77 persen dari total pergerakan saat arus mudik.
“Masih ada sekitar 22 persen atau 113 ribu penumpang dalam kendaraan yang belum kembali ke Bali. Untuk kendaraan, tersisa 23 persen atau 37.365 unit yang belum menyeberang,” ujar Arief, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, puncak arus balik terjadi pada Minggu (29/3/2026) atau H+7 Lebaran. Saat itu, sebanyak 56.300 penumpang dan sekitar 19 ribu kendaraan menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk.
Dari total kendaraan tersebut, sepeda motor mendominasi dengan jumlah lebih dari 12.458 unit.
Secara kumulatif, selama periode H-10 hingga H+8 Lebaran, kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang mencapai sekitar 171 ribu unit dari total reservasi 183.810 kendaraan.
“Masih ada sekitar 11.889 kendaraan dari data reservasi yang belum masuk ke pelabuhan,” kata Arief.
Walau posko resmi ditutup sejak Senin (30/3/2026), antrean kendaraan masih terlihat. Bahkan, panjang antrean sempat menyentuh 14 kilometer dan berangsur turun menjadi sekitar 12 kilometer pada Selasa sore.
Menurut Arief, kepadatan ini dipicu mulai normalnya aktivitas pasca-Lebaran, termasuk kembali beroperasinya kendaraan logistik secara penuh.
“Setelah masa angkutan Lebaran selesai, semua jenis kendaraan sudah beroperasi normal, termasuk logistik. Ini yang menyebabkan arus masih padat,” jelasnya.
Untuk mengurai antrean, ASDP menambah jumlah kapal yang beroperasi dari 33 unit menjadi 36 unit.
Selain itu, optimalisasi buffer zone juga dilakukan untuk menampung kendaraan logistik, serta pengaturan pola muat melalui Dermaga Bulusan dan LCM agar distribusi kendaraan lebih merata.
Saat ini, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) hanya diberlakukan di Dermaga IV, sementara dermaga lainnya telah kembali ke pola reguler.
Arief mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan membeli tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy guna menghindari antrean.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder agar antrean bisa segera terurai dan penyeberangan tetap berjalan aman,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
