October 16, 2026

Ribuan Santri Difasilitasi Balik Gratis, IKSASS Sapudi Apresiasi Langkah Pemkab Sumenep

0


News
Ribuan Santri Difasilitasi Balik Gratis, IKSASS Sapudi Apresiasi Langkah Pemkab Sumenep

Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Sapudi, Sumenep. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, SUMENEP – Program fasilitasi transportasi laut gratis bagi ribuan santri usai libur Lebaran 2026 mendapat apresiasi dari Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Sapudi. 

Koordinator Pengurus Rayon IKSASS Sapudi Putra Mahrus Ali menyampaikan, kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep itu, dinilai sangat membantu santri kepulauan untuk kembali ke pondok pesantren tanpa terbebani biaya.

Ia menilai, kebijakan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi wali santri, tetapi juga memberikan kepastian keberangkatan sehingga para santri dapat kembali ke pondok tepat waktu untuk melanjutkan kegiatan belajar.

Menurutnya, program tersebut menjadi solusi nyata atas kendala transportasi laut yang selama ini dihadapi santri, khususnya dari wilayah kepulauan seperti Sapudi.

“Kami pengurus Rayon IKSASS mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Sumenep dan Wakil Bupati atas subsidi kapal gratis transportasi laut untuk melaksanakan balik jemaah kepada Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo,” ujarnya, Selasa (31/03/2026) malam. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sendiri diketahui menyiapkan kuota besar dalam program balik gratis tahun ini. Dari sisa anggaran sekitar Rp300 juta, program tersebut diperkirakan mampu mengakomodasi sekitar 4.000 santri untuk kembali ke pondok pesantren usai Lebaran.

Kuota tersebut difokuskan bagi santri asal kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan tingginya biaya transportasi laut. Armada kapal disiapkan pada sejumlah rute strategis, termasuk jalur Sapudi menuju Pelabuhan Kalianget sebagai pintu utama ke daratan.

Dikonfirmasi secara terpisah, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa program balik gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren, sekaligus memastikan akses yang adil bagi masyarakat kepulauan.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan tidak ada santri yang tertunda kembali ke pondok hanya karena kendala biaya transportasi, sehingga program ini diharapkan terus berlanjut dan diperluas jangkauannya pada tahun-tahun mendatang.

“Program ini adalah bentuk kepedulian kami kepada para santri, khususnya yang berasal dari kepulauan, agar mereka bisa kembali ke pondok dengan aman dan tanpa terbebani biaya. Kami akan terus berupaya menghadirkan layanan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *