October 16, 2026

Sepekan Macet, TNI Dikerahkan Urai Kepadatan Jalur Ketapang

0


News
Sepekan Macet, TNI Dikerahkan Urai Kepadatan Jalur Ketapang

Personel TNI membantu mengurai kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Istimewa).

BERITA PLUS, BANYUWANGI – Kemacetan panjang di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih terjadi meski mulai menunjukkan tanda-tanda terurai. Aparat TNI kini diterjunkan untuk membantu mengendalikan arus kendaraan yang mengarah ke penyeberangan Selat Bali.

Langkah ini dilakukan menyusul kepadatan yang telah berlangsung hampir sepekan terakhir di jalur Situbondo-Banyuwangi. Sejak Rabu (1/4/2026), puluhan personel gabungan TNI dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, mengatakan keterlibatan TNI difokuskan pada penguraian titik-titik kemacetan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.

“Dari TNI Angkatan Darat kami turunkan sekitar 75 personel, termasuk tambahan dari Batalyon Armed 8. Ini belum termasuk dukungan dari TNI Angkatan Laut,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Batalyon Armed 8/Uddhata Yudha merupakan satuan bantuan tempur (satbanpur) di bawah komando Kodam V/Brawijaya yang bermarkas Kabupaten Jember.

Menurut Triyadi, lonjakan kendaraan terjadi setelah pembatasan operasional truk besar kembali dibuka. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kepadatan di jalur menuju pelabuhan.

“Beberapa hari terakhir sebenarnya kendaraan kecil dan bus relatif normal. Namun saat truk besar mulai masuk, volume kendaraan langsung meningkat tajam,” jelasnya.

Ia menambahkan, panjang antrean kendaraan sempat mencapai sekitar 15 kilometer. Namun, pada Selasa (1/4/2026) siang, kepadatan mulai berkurang menjadi sekitar 11 kilometer.

“Artinya sudah ada penguraian kurang lebih 4 kilometer. Ini menunjukkan upaya yang dilakukan mulai berdampak,” kata Triyadi.

Meski begitu, pihaknya tetap mewaspadai potensi lonjakan kendaraan pada libur panjang akhir pekan. Diperkirakan arus kendaraan pribadi dan bus akan kembali meningkat.

“Long weekend biasanya memicu peningkatan kendaraan kecil. Ini yang kami antisipasi sejak sekarang,” ujarnya.

Selain mengatur lalu lintas, personel TNI juga memberikan bantuan kepada para pengemudi yang terjebak antrean panjang. Bantuan berupa air minum dan makanan dibagikan untuk menjaga kondisi pengendara tetap prima.

“Kami bantu suplai air minum dan makanan agar pengemudi tidak kelelahan dan terhindar dari dehidrasi, apalagi cuaca cukup panas,” tambahnya.

Di sisi lain, petugas juga disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mencegah kendaraan yang mencoba menyerobot antrean. Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan semakin parah.

“Kami tempatkan personel di titik-titik krusial untuk mencegah kendaraan ngeblong. Ini penting agar arus tetap tertib dan tidak memperparah kondisi,” tegasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *