Gugatan Pemerintah AS Terhadap Adobe: Biaya Tersembunyi yang Merugikan Konsumen
Redaksi
– 18 June 2024 | 22:06 – Dibaca 57 kali
Gugatan Pemerintah AS Terhadap Adobe. (VOA Indonesia)
BERITA PLUS, JAKARTA – Pada 17 Juni 2024, pemerintah Amerika Serikat melalui Komisi Perdagangan Federal (FTC) menggugat Adobe, perusahaan yang dikenal dengan perangkat lunak Photoshop, karena dituduh menerapkan biaya tersembunyi yang mempersulit konsumen untuk berhenti berlangganan.
Gugatan ini diajukan di pengadilan federal San Jose, California.
FTC menuduh Adobe menyembunyikan informasi mengenai biaya pembatalan berlangganan yang signifikan dalam paket “tahunan yang dibayar bulanan”.
Biaya ini, yang mencapai hingga 50% dari sisa biaya yang harus dibayar, sering kali tidak disadari oleh konsumen karena informasi penting tersebut dicetak dalam ukuran kecil atau disembunyikan di balik kotak teks dan hyperlink.
Ketika konsumen ingin membatalkan langganan, mereka diharuskan melalui beberapa halaman web yang tidak relevan terlebih dahulu.
Selain itu, bagi mereka yang mencoba membatalkan melalui telepon, sambungan sering kali terputus dan mereka harus berulang kali menjelaskan maksud mereka kepada petugas yang berbeda.
FTC mengungkapkan bahwa konsumen menghadapi “perlawanan dan penundaan” dari para petugas tersebut.
Dana Rao, penasihat umum dan chief trust officer Adobe, menyatakan bahwa perusahaan akan membantah klaim FTC di pengadilan.
Rao menyebut layanan berlangganan Adobe sebagai solusi yang nyaman, fleksibel, dan hemat biaya yang memungkinkan pengguna memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Rao juga menegaskan bahwa Adobe transparan dengan syarat dan ketentuan perjanjian berlangganan mereka dan memiliki proses pembatalan yang sederhana.
Langganan Adobe menyumbang sekitar $4,92 miliar (sekitar Rp80,9 triliun) atau 95% dari pendapatan total Adobe yang mencapai $5,18 miliar (sekitar Rp85,2 triliun) pada kuartal yang berakhir 1 Maret.
FTC menuduh bahwa Adobe melanggar Undang-Undang Pengembalian Kepercayaan Konsumen Online tahun 2010, yang melarang pedagang mengenakan biaya termasuk perpanjangan langganan otomatis tanpa persetujuan jelas dari konsumen.
Gugatan FTC bertujuan untuk meminta hukuman perdata, keputusan untuk mencegah kesalahan yang berulang, dan hukuman lainnya.
Samuel Levine, direktur biro perlindungan konsumen FTC, menegaskan bahwa rakyat Amerika muak dengan perusahaan yang menyembunyikan biaya saat pendaftaran berlangganan dan mempersulit proses pembatalan.
Dua pejabat eksekutif Adobe, David Wadhwani dan Maninder Sawhney, juga menjadi terdakwa dalam gugatan ini.
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam layanan berlangganan dan perlunya perlindungan konsumen dari praktik bisnis yang merugikan.
Keputusan pengadilan nantinya akan menjadi preseden penting dalam penanganan kasus serupa di masa depan. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Redaksi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
