Ngaku Orang Dekat Walikota, Oknum Satpol PP Madiun Terseret Kasus Penipuan Masuk PPI
Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Sandi Anto Prabowo (depan kiri) saat ungkap kasus dugaan penipuan. (Foto: Dok. Suara Indonesia)
BERITA PLUS, MADIUN – Seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun, Jawa Timur, diduga melakukan penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan masuk Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun (PPI).
Terduga pelaku berinisial HA, warga Kota Madiun. Ia diduga meyakinkan korban dengan mengaku sebagai orang dekat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.
Korban, warga Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mengaku mengalami kerugian hingga Rp150 juta setelah anaknya tidak diterima di kampus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Madiun, Agus Sandi Anto Prabowo, mengatakan laporan dugaan penipuan tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan.
“Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kami juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban,” ujar Agus, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kasus ini bermula pada Juni 2025. Saat itu pelaku menawarkan tiga kuota khusus masuk PPI Madiun kepada korban dengan biaya total Rp300 juta.
Korban yang percaya dengan klaim pelaku akhirnya menyanggupi permintaan tersebut dengan harapan anaknya dapat diterima di PPI.
Sebagai tanda kesepakatan, korban menyerahkan uang muka sebesar Rp150 juta kepada pelaku dalam dua tahap, yakni Rp50 juta melalui transfer dan Rp100 juta secara tunai.
Penyerahan uang tersebut dilengkapi kwitansi. Bahkan, pada bagian belakang kwitansi tercantum nama serta tanda tangan Maidi.
Namun, setelah proses penerimaan berlangsung, anak korban ternyata tidak diterima di PPI Madiun. “Merasa ditipu, korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Madiun,” jelas Agus.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap peran pelaku serta kemungkinan adanya korban lain. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Prabasonta/Erik P |
| Editor | : Mahrus Sholih |
