October 16, 2026

Eskalasi Timur Tengah Memanas, DPR RI Asal Gresik Dorong Industri Pangan Lokal Mandiri Bahan Baku

0


News
Eskalasi Timur Tengah Memanas, DPR RI Asal Gresik Dorong Industri Pangan Lokal Mandiri Bahan Baku

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, GRESIK – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Nila Yani Hardiyanti menyoroti tantangan yang dihadapi industri makanan nasional, khususnya terkait ketergantungan terhadap bahan baku yang sebagian masih impor dari luar negeri. Sehingga dinamika geopolitik global berpotensi memengaruhi kelancaran rantai pasok dan biaya produksi industri.

Legislator Muda dari daerah pemilihan Jawa Timur itu menuturkan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah maupun gangguan pada jalur perdagangan strategis dunia seperti Selat Hormuz dapat berdampak langsung terhadap sektor industri. Karena itu ia mendorong perusahaan untuk memperkuat strategi mitigasi melalui diversifikasi sumber bahan baku serta penguatan pasokan domestik.

“Ketahanan industri nasional tidak boleh terlalu bergantung pada faktor eksternal. Diversifikasi sumber bahan baku dan penguatan rantai pasok domestik menjadi langkah penting agar industri kita tetap tangguh menghadapi dinamika global,” kata Nila saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk di Gresik, Jumat (6/3/2026).

Selain isu ketahanan industri, Nila juga menyoroti pentingnya transformasi industri pangan yang lebih berkelanjutan. Industri pangan nasional perlu untuk mengambil peran sebagai pionir dalam sustainable packaging, yakni inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan. Sehingga industri makanan dan minuman memiliki tanggung jawab besar dalam mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan kemasan sekali pakai.

“Ke depan, industri pangan tidak hanya dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga harus memikirkan keberlanjutan lingkungan. Saya mendorong GarudaFood menjadi pionir dalam inovasi kemasan makanan yang lebih ramah lingkungan,” terangnya.

Menurutnya, konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas produk, meningkatkan daya saing industri, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri pangan nasional.

“Industri pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional. Saya mengapresiasi komitmen GarudaFood yang terus menjaga kualitas, memperkuat daya saing, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak sehingga industri pangan nasional tetap mampu bertahan di tengah dinamika global,” tandas dia.

Lebih jauh Nila menekankan bahwa keberlanjutan produksi industri harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap tenaga kerja. Ia berharap produktivitas industri pangan terus meningkat agar sektor ini tetap menjadi salah satu penopang utama penyerapan tenaga kerja nasional.

“Kita berharap produktivitas industri terus meningkat sehingga stabilitas tenaga kerja tetap terjaga. Industri nasional harus mampu bertahan dan berkembang agar tidak terjadi gelombang PHK di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian,” jelasnya.

Nila menilai perusahaan nasional besar seperti GarudaFood memiliki peran penting dalam mendorong transformasi industri melalui inovasi produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta komitmen untuk memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Industri yang kuat bukan hanya yang produknya laku di pasar, tetapi juga yang mampu tumbuh bersama masyarakat dan membuka ruang ekonomi baru bagi daerah tempat industri itu berkembang,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *