October 17, 2026

Jejak Sejarah yang Terlupakan: Makam Raden Panji, Situs Bersejarah Ibukota Kabupaten Malang Terbengkalai

0


News
Jejak Sejarah yang Terlupakan: Makam Raden Panji, Situs Bersejarah Ibukota Kabupaten Malang Terbengkalai

Kompleks Makam Raden Panji di belakang Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. (Foto: Aditya Mahatva Yodha/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, MALANG – Sebuah ironi terlihat tepat di jantung pusat pemerintahan Kabupaten Malang. Situs bersejarah Komplek Makam Raden Panji, yang berlokasi di belakang Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, kini dalam kondisi memprihatinkan dan seolah terlupakan.

Berdasarkan pantauan Suaraindonesia.co.id di lokasi, di komplek Makam Raden Panji ini ada Makam Putri Probo Retno (Istri Raden Panji) , Raden Panji Saputro (Putra Raden Panji), dan Panji Sosro (Sosok Kuda Raden Panji),  area makam yang berada tepat di samping area parkir ini jauh dari kata layak.

Tembok-tembok pembatas dipenuhi lumut hijau yang tebal, sementara lantai di dalam komplek makam nampak kotor tertutup debu dan ditumbuhi tumbuhan liar. Kurangnya pemeliharaan rutin membuat situs yang seharusnya menjadi kebanggaan warga ini nampak kumuh dan terbengkalai.

Kondisi ini menuntut perhatian segera dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Sebagai situs bersejarah, pembersihan dan pelestarian adalah harga mati. Pemeliharaan rutin sangat diperlukan agar makam tokoh penting ini tetap layak dikunjungi sebagai destinasi wisata religi maupun sejarah.

Mengingat signifikansi sejarahnya, Raden Panji bukan sekadar nama. Beliau adalah tokoh kunci yang menjadi cikal bakal berdirinya Kepanjen sebagai Ibu Kota Kabupaten Malang. Jika dibiarkan rusak, maka hilang pula bukti fisik narasi besar berdirinya wilayah ini. 

Nama Kepanjen memiliki keterkaitan erat dengan sosok Raden Panji, seorang bangsawan atau tokoh berpengaruh yang di masa lampau membuka wilayah (babad alas) di daerah tersebut. 

Nama Kepanjen secara bahasa berasal dari kata “Panji” yang mendapatkan konfiks (awalan dan akhiran) ke-an, sehingga menjadi Kepanjen. Dalam tradisi Jawa, penamaan ini merujuk pada “Tempat tinggal para Panji” atau wilayah kekuasaan seorang Panji.

Raden Panji dikenal sebagai sosok yang dihormati dalam sejarah lokal Malang. Keberadaan makamnya di pusat Kepanjen saat ini menjadi bukti nyata bahwa titik tersebut adalah pusat aktivitas atau pemukiman awal yang beliau bangun.

Seiring berjalannya waktu, wilayah yang bermula dari pemukiman yang dipimpin Raden Panji ini tumbuh menjadi pusat ekonomi dan pemukiman yang padat. Karena lokasinya yang strategis di tengah wilayah kabupaten, Kepanjen akhirnya ditetapkan sebagai pusat pemerintahan (Ibu Kota) Kabupaten Malang, menggantikan peran administratif yang sebelumnya berpusat di Kota Malang. 

Pelestarian Makam Raden Panji bukan hanya soal menjaga kebersihan, melainkan menjaga “akar” identitas bagi masyarakat Kepanjen dan Kabupaten Malang secara luas. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *