October 17, 2026

Ramadan, Polisi Ungkap Dugaan Prostitusi Terselubung di Warkop Pantura Gresik

0


News
Ramadan, Polisi Ungkap Dugaan Prostitusi Terselubung di Warkop Pantura Gresik

Petugas Polsek Duduksampeyan melakukan penggerebekan sebuah warung kopi di Jalan Pantura yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, GRESIK – Di tengah suasana Ramadan yang seharusnya sarat ibadah, sebuah warung kopi di tepi Jalur Pantura, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, justru menjadi perhatian aparat. Polisi mengamankan dua perempuan yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi terselubung.

Petugas kepolisian dari Polsek Duduksampeyan mengamankan dua perempuan dari sebuah warung kopi (warkop) di tepi Jalan Raya Pantura. Keduanya diduga terlibat dalam praktik prostitusi yang dijalankan secara terselubung di lokasi tersebut.

Dua perempuan itu berinisial ST (53), warga Surabaya, dan IR (48), warga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Saat penggerebekan, polisi menemukan sebuah bilik di dalam warung yang diduga digunakan untuk melayani pelanggan.

Kapolsek Duduksampeyan, AKP Bakri mengatakan, dugaan tersebut muncul setelah petugas menerima laporan dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di warung kopi tersebut.

“Petugas menemukan adanya bilik di dalam warung yang diduga digunakan untuk aktivitas layanan seksual berbayar. Dari hasil pemeriksaan awal, disebutkan tarifnya sekitar Rp150 ribu,” kata Bakri, Rabu (11/3/2026).

Setelah diamankan, kedua perempuan tersebut tidak langsung diproses pidana. Polisi membawa mereka ke Shelter Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik untuk mendapatkan pendampingan dan pembinaan sosial.

Menurut Bakri, langkah tersebut diambil karena kasus ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gresik Nomor 7 Tahun 2002 juncto Perda Nomor 22 Tahun 2004 tentang Larangan Pelacuran dan Perbuatan Cabul.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial Gresik agar yang bersangkutan mendapatkan pembinaan sosial terlebih dahulu,” ujarnya.

Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk dugaan jaringan atau praktik serupa di warung-warung lain di sepanjang jalur Pantura.

“Penyelidikan masih berjalan. Kami ingin memastikan apakah praktik ini berdiri sendiri atau ada pihak lain yang mengorganisasi,” kata Bakri. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *