Isu Keterlibatan Politisi PDI Perjuangan dalam Program MBG Mencuat, Jumanto Membantah
Anggota DPRD Gresik Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Jumanto. (Foto: Istimewa)
BERITA PLUS, GRESIK – Nama anggota DPRD Gresik Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jumanto, mendadak menjadi sorotan publik. Politisi senior ini diduga memiliki keterlibatan dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), bahkan disebut-sebut memiliki lebih dari satu dapur penyedia SPPG di wilayah Gresik.
Kabar ini memicu perhatian karena DPP PDIP secara tegas melarang seluruh kader memanfaatkan dapur MBG untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Instruksi ini dikeluarkan untuk mencegah konflik kepentingan dan memastikan kader fokus pada program-program kerakyatan.
Menanggapi isu tersebut, Jumanto membantah seluruh tudingan. Politisi dari daerah pemilihan 6 Dukun-Panceng itu menegaskan tidak memiliki dapur MBG maupun terlibat dalam pengelolaan program SPPG.
“Saya tidak tahu, dan saya tidak punya dapur MBG,” ujarnya tegas. Jumanto juga memastikan tidak mengetahui adanya dapur MBG di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, yang sebelumnya sempat dikaitkan kepemilikannya. “Itu punya Pak Mudlofar Sunan Drajat 3,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmen partainya untuk taat penuh pada instruksi DPP. Ia memastikan tidak ada kader PDIP di Gresik yang memanfaatkan program MBG untuk kepentingan bisnis.
“Setelah dicek, tidak ada kader kita yang berbisnis MBG. Instruksi DPP mutlak dan wajib dilaksanakan seluruh struktural partai,” kata Fandi usai acara Konsolidasi dan Buka Bersama DPC PDIP di Hotel Khas Gresik, Kamis (12/3/2026).
Meski demikian, PDIP Gresik menyatakan dukungan terhadap program MBG pemerintah pusat karena dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Mahrus Sholih |
