October 17, 2026

Polemik Jembatan di Atas Sungai Driyorejo, Dinas PUTR Gresik Akui Infrastruktur Perusahaan Raksasa Hambat Normalisasi

0


News
Polemik Jembatan di Atas Sungai Driyorejo, Dinas PUTR Gresik Akui Infrastruktur Perusahaan Raksasa Hambat Normalisasi

Kondisi sungai Kali Tengah, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik yang menjadi penyebab utama banjir tahunan. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, GRESIK – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik menyatakan sejauh ini telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak menyikapi polemik kondisi sungai Kali Tengah yang menjadi penyebab utama banjir tahunan di sejumlah titik lokasi di wilayah Kecamatan Driyorejo terutama memasuki musim hujan.

Koordinasi dilakukan dengan tujuan membahas upaya normalisasi secara menyeluruh agar aliran air berjalan lancar, karena kondisi sungai saat ini cukup memprihatinkan.

Selain dangkal, kondisi sungai Kali Tengah sepanjang kurang lebih 7,5 kilometer yang melintasi beberapa desa di Kecamatan Driyorejo tersebut saat ini mengalami penyempitan di beberapa titik lokasi.

Upaya normalisasi Kali Tengah pun hingga kini masih menemui sejumlah kendala, diantaranya deretan jembatan penghubung yang dibangun melintas di atas sungai, kemudian bangunan perusahaan-perusahaan besar yang berada di kanan kiri sungai.

“Jadi kita sudah koordinasi dengan Pemprov dan DPRD Gresik Komisi III, pemerintah kecamatan dan desa, serta beberapa pijak terkait, dan memang salah satu kendala normalisasi adalah bangunan perusahaan-perusahaan besar yang berdiri di kanan kiri sungai, sekaligus jembatan-jembatan yang dibangun di atas sungai,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Kabupaten Gresik Ubaidillah, Senin (16/3/2026).

Ia menyebut, terdapat belasan perusahaan-perusahaan yang berdiri di kanan kiri sungai Kali Tengah, mayoritas perusahaan-perusahaan tersebut membangun jembatan penghubung yang melintas di atas sungai. Termasuk perusahaan modal asing (PMA).

“Ada 11 sampai 18 perusahaan yang berdiri di kanan kiri sungai. Awalnya kita mendapat informasi ada salah satu perusahaan modal asing (PMA) membangun jembatan di atas sungai yang menjadi penyebab utama banjir, dan hal itu terdengar oleh Gubernur Jawa Timur, setelah itu kita bertemu dengan semua pihak untuk meminta klarifikasi,” jelas dia.

Hasil koordinasi, lanjut dia, seluruh pihak bersepakat untuk melakukan penanganan dengan mempercepat upaya normalisasi sungai secara menyeluruh agar aliran air berjalan lancar, terutama ketika memasuki musim hujan. Sehingga banjir tahunan di sejumlah titik lokasi di wilayah Kecamatan Driyorejo terutama memasuki musim hujan bisa teratasi.

“Hasil identifikasi, Kali Tengah ini menjadi penyebab utama banjir yang melanda wilayah Kecamatan Driyorejo terutama Desa Sumput. Jadi normalisasi harus segera dilakukan, dan kami optimis akan segera terlaksana,” terangnya.

Dinas PUTR Kabupaten Gresik memastikan seluruh pihak termasuk perusahaan-perusahaan yang berdiri di kanan kiri sungai Kali Tengah bersedia kooperatif dan komitmen mengikuti arahan serta rencana normalisasi sungai secara menyeluruh.

“Seluruh perusahaan yang berdiri di kanan kiri sungai kooperatif dan siap melakukan perintah rencana normalisasi. Saat ini dinas perizinan baik daerah dan provinsi juga sedang berprogres terkait izin jembatan-jembatan tersebut, harusnya izinnya ke brantas,” jelasnya.

Sebelumnya, Camat Driyorejo Muhammad Amri menegaskan telah memerintahkan perusahaan-perusahaan untuk membongkar kontruksi jembatan yang dibangun terlalu rendah hingga berpotensi membuat aliran sungai tersendat ketika debit air meningkat. Menurutnya, saat ini baru ada tiga dari tujuh perusahaan si sepanjang wilayah sungai yang sudah melakukan peninggian jembatan penghubung.

“Ini bentuk aksi tindaklajut kami dalam jangka pendek, dalam proses perjalanannya sampai saat ini, dari 7 perusahaan baru 3 perusahaan yang sudah melakukan peninggian jembatan di atas sungai, dan masih banyak hal yang diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak agar solusi secara komprehensif dapat dicapai dalam penanggulangan banjir di Kecamatan Driyorejo,” jelasnya.

Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi meminta agar pihak-pihak terkait segera mengambil tindakan tegas dan mencari solusi terbaik guna mengatasi beberapa persoalan yang menjadi penyebab terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Driyorejo terutama di Desa Sumput. Termasuk mendesak perusahaan-perusahaan untuk melakukan penertiban jembatan yang dibangun terlalu rendah di atas sungai.

“Pertama kami mendesak perusahaan-perusahaan agar melakukan peninggian jembatan yang dibangun di atas sungai. Kedua mengembalikan lagi fungsi saluran, karena banyak saluran yang beralih fungsi menjadi tempat usaha sehingga terjadi penyempitan. Ketiga melakukan penataan koneksitas saluran air agar terhubung dengan saluran induk. Kami juga mendukung terkait penertiban jembatan yang dibangun terlalu rendah di atas sungai,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *