Hilal Belum Terlihat di Sampang, LF PCNU Prediksi Idulfitri Jatuh pada Sabtu 21 Maret
Lajnah Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Kabupaten Sampang saat memantau hilal. (Foto: Hoirur Rosikin/Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, SAMPANG – Lajnah Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Kabupaten Sampang melakukan pemantauan rukyatulhilal untuk menentukan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis (19/03/2026) sore.
Namun, dalam pemantauan tersebut hilal masih belum terlihat jelas. Hal ini dikarenakan posisi hilal masih di bawah 3 derajat, dengan elongasi haqiqy berada di angka 5 derajat 31 menit.
Ketua LF PCNU Kabupaten Sampang, Husnan, menjelaskan bahwa rukyatulhilal merupakan metode pengamatan bulan sabit muda (hilal) sesaat setelah matahari terbenam sebagai penentu awal bulan pada kalender Hijriah. “Sore ini kami melakukan observasi dan belum melihat hilal,” ucapnya.
Menurut Husnan, jika merujuk pada data titik lain seperti di Aceh, posisi hilal berada di sekitar 2°51 elongasi sekitar 6° 09. Kondisi tersebut menunjukkan bulan sudah berada di atas ufuk dan jaraknya dengan matahari sudah terbuka, sehingga ada kemungkinan terlihat meski sangat tipis.
“Secara hisab, kami memprediksi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu Pahing, 21 Maret 2026,” ujarnya.
Kendati demikian, kepastian tanggal satu Syawal tetap menunggu hasil keputusan Sidang Isbat Pemerintah yang menghimpun data dari seluruh titik pemantauan di Indonesia. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Hoirur Rosikin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
