October 16, 2026

Bukan Lempar Obor, Bentrok Malam Takbiran di Gresik Saling Baku Hantam

0


News
Bukan Lempar Obor, Bentrok Malam Takbiran di Gresik Saling Baku Hantam

Dua kelompok massa di Kabupaten Gresik terlibat bentrok saat malam Lebaran. (Foto: Istimewa)

BERITA PLUS, GRESIK – Bentrok antarkelompok dari dua desa pada malam takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 H di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, yang menyebabkan dua orang mengalami luka-luka hingga dilarikan ke puskesmas terdekat, bukanlah saling lempar obor, melainkan baku hantam.

Fakta tersebut ditegaskan Kepala Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Ahmad Agam Prastiyo. Ia menyebut peristiwa yang terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 20.45 WIB itu adalah bentrok antarkelompok massa dari dua desa. Yakni Desa Sukodono, Kecamatan Panceng dan Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun.

“Saya tegaskan bentrokan itu tidak ada saling lempar obor. Video (bentrok dua kelompok saling lempar obor, Red) yang beredar di medsos itu bukan kejadian sebenarnya, dan sudah lama kejadiannya,” kata Agam, Minggu (22/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya pemerintah desa (Pemdes) Sukodono sebelum kejadian telah menyampaikan himbauan kepada masyarakat setempat agar tidak melaksanakan pawai takbir keliling keluar desa, dan tetap menjaga kondusifitas.

“Jadi sebelumnya kita (Pemdes Sukodono, red) sudah memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melaksanakan pawai takbir keliling keluar desa agar tetap kondusif, dan masyarakat juga patuh. Tetapi saat itu sekitar pukul 20.30 WIB, sekelompok massa yang didominasi pemuda tiba-tiba masuk ke desa kami dan menyerang pemuda desa, jadi lokasi kejadian ada di jalan Desa Sukodono bukan jalan raya,” terangnya.

Beruntung pemerintah desa (Pemdes) Sukodono bersama petugas segera turun ke lokasi untuk meredam situasi dan melerai dua kelompok massa yang terlibat bentrokan tersebut hingga situasi kembali kondusif. Insiden bentrokan ini sepenuhnya telah ditangani oleh pihak kepolisian dari Polsek Dukun.

“Sekarang sudah kondusif, dan permasalahan ini sepenuhnya kami serahkan ke aparat penegak hukum, kami juga sudah membuat pengaduan masyarakat ke pihak kepolisian,” terang Agam.

Agam menambahkan, kedua belah pihak meliputi pemerintah desa (Pemdes) Sukodono dan Tebuwung, Polsek Dukun, Koramil Dukun, serta pihak-pihak terkait berencana akan menggelar mediasi ulang untuk membahas solusi yang terbaik atas insiden bentrokan tersebut, agar situasi tetap kondusif dan aman terkendali.

“Rencana ada mediasi lagi, doakan ada hasil yang terbaik, agar situasi bisa tetap kondusif,” ucapnya.

Sebelumnya, Kapolsek Dukun AKP Slamet Priyono memastikan, aksi bentrokan dua kelompok massa di Desa Sukodono saat malam Hari Raya Idul Fitri 1447 tersebut segera teratasi dan kondusif setelah kepala desa masing-masing bersama pihak-pihak terkait telah melakukan mediasi.

“Saat ini situasi sudah kondusif, kedua kelompok bersama kepala desa masing-masing sudah ada mediasi,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *