Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, KAI Daop 8 Proyeksikan 50 Ribu Penumpang per Hari
Jefri Hadi
– 23 March 2026 | 16:03 – Dibaca 0 kali
Suasana penumpang d Stasiun Pasar Turi Surabaya mulai padat pada arus Lebaran 2026. (Foto: Humas KAI Daop 8 Surabaya untuk Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, SURABAYA – Arus balik Angkutan Lebaran 2026 di wilayah KAI Daop 8 Surabaya mulai menunjukkan tren peningkatan. Hingga Senin (23/3/2026) pukul 10.00 WIB, jumlah penumpang kereta api diproyeksikan mencapai 50.027 orang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan angka tersebut terdiri dari 27.294 penumpang datang dan 22.733 penumpang berangkat, serta masih berpotensi bertambah hingga akhir operasional hari.
“Tren peningkatan arus balik sudah mulai terlihat dan diperkirakan terus bergerak naik hingga malam hari,” ujar Mahendro.
Peningkatan volume penumpang ini menjadi indikator awal pergerakan masyarakat yang kembali ke kota asal setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Tiga stasiun dengan volume penumpang tertinggi pada hari yang sama, lanjutnya adalah Stasiun Surabaya Gubeng dengan 14.934 penumpang, disusul Stasiun Surabaya Pasar Turi sebanyak 13.927 penumpang, dan Stasiun Malang sebanyak 7.048 penumpang.
Secara kumulatif, selama periode Angkutan Lebaran pada 11–23 Maret 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 576.373 penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari 314.302 penumpang berangkat dan 262.071 penumpang datang.
Mahendro menilai tingginya mobilitas tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat, terutama pada momentum angkutan Lebaran seperti saat ini,” katanya.
Sementara itu, penjualan tiket kereta api jarak jauh hingga 23 Maret 2026 telah mencapai 440.801 tiket atau sekitar 78 persen dari total kapasitas 561.528 tempat duduk yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
KAI Daop 8 Surabaya memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan proyeksi sebanyak 49.783 penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari 28.511 penumpang datang dan 21.272 penumpang berangkat.
“Kami memproyeksikan puncak arus balik terjadi pada 24 Maret 2026. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal,” ujar Mahendro.
Ia menambahkan, KAI Daop 8 telah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta mengoptimalkan pelayanan di stasiun.
Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya juga menghadirkan sejumlah program untuk mendukung mobilitas masyarakat. Salah satunya diskon 30 persen untuk tiket KA Ekonomi Komersial yang berlaku pada 14–29 Maret 2026.
Mehendro merinci dari total 188.288 tiket yang disediakan dalam program tersebut, sebanyak 140.417 tiket telah terjual atau sekitar 75 persen. Artinya, masih tersedia sekitar 47 ribu tiket yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Tak hanya itu, KAI Daop 8 juga menghadirkan program “Tabur Berkah Hari Raya” berupa promo tarif parsial untuk sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dengan tujuan Yogyakarta dan Semarang.
“Program ini berlaku untuk periode keberangkatan 22–30 Maret 2026 dengan total ketersediaan 21.411 kursi kelas eksekutif,” jelasnya.
Untuk menjaga kelancaran perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau pelanggan agar datang lebih awal ke stasiun dan tidak terlalu mendekati waktu keberangkatan. Penumpang juga disarankan memanfaatkan alternatif jadwal atau skema perjalanan lanjutan (connecting train) guna memperoleh fleksibilitas waktu.
“Kami mengingatkan pelanggan agar melakukan perjalanan sesuai relasi yang tertera pada tiket dan tidak melebihi relasi perjalanan, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama,” kata Mahendro.
KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan optimal selama masa Angkutan Lebaran 2026, sekaligus memastikan arus balik berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
