Pembongkaran Tower di Pakis 27: Vendor Tunggu Pemutusan Jaringan, Lurah Minta Koordinasi Diperjelas
Jefri Hadi
– 26 March 2026 | 12:03 – Dibaca 10 kali
Tim jasa bongkar tower ditemui Lurah Pakis, Novi Tri Hartatiningsih, menegaskan pentingnya kejelasan koordinasi antara pihak perusahaan, vendor, dan operator sebelum pembongkaran dilanjutkan. (Foto: Yulian/Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, SURABAYA – Proses pembongkaran tower telekomunikasi di wilayah Pakis no.27 masih berlangsung terbatas, Kamis (26/3/2026).
Pihak pelaksana mengaku belum dapat melakukan pembongkaran secara menyeluruh karena perangkat jaringan operator masih aktif dan belum sepenuhnya dipindahkan.
Perwakilan jasa bongkar yang ditunjuk oleh PT Tower Bersama Group (TBG), Ferdy, menjelaskan bahwa pekerjaan saat ini difokuskan pada tahap awal, yakni pemutusan jaringan dan penurunan sebagian perangkat.
“Untuk saat ini kami hanya bisa mengerjakan bagian tower. Antena dan perangkat jaringan bukan kewenangan kami. Kalau perangkatnya masih terpasang, kami tidak bisa lanjut bongkar,” ujar Ferdy di lokasi.
Ia menambahkan, sejumlah perangkat yang berada di atas tower diketahui masih digunakan oleh operator. Karena itu, pembongkaran harus menunggu proses relokasi jaringan selesai dilakukan oleh vendor yang ditunjuk.
“Informasinya perangkat akan dipindahkan ke lokasi lain, kemungkinan ke area stadion THOR dekat wilayah setempat. Tapi sampai sekarang masih proses, belum ada kepastian waktu,” katanya.
Menurut Ferdy, dalam kondisi normal pembongkaran tower tidak menimbulkan risiko berarti. Namun, selama jaringan masih aktif, pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap.
“Secara teknis tidak ada dampak besar, ini pekerjaan yang sudah biasa kami lakukan. Tapi tetap harus menunggu jaringan benar-benar diputus agar tidak mengganggu operasional operator,” jelasnya.
Di sisi lain pemangku wilayah setempat, Lurah Pakis, Novi Tri Hartatiningsih, menegaskan pentingnya kejelasan koordinasi antara pihak perusahaan, vendor, dan operator sebelum pembongkaran dilanjutkan.
“Kami berharap ada kejelasan terkait izin, terutama dari operator yang masih aktif. Jangan sampai proses pembongkaran mendahului pemutusan jaringan karena itu bisa menimbulkan persoalan,” ujar Novi.
Ia juga menyoroti perlunya komunikasi terbuka kepada masyarakat maupun pihak terkait agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
“Koordinasi harus diperjelas, termasuk soal relokasi perangkat dan waktu pelaksanaan. Ini penting supaya semua pihak memahami prosesnya dan tidak terjadi miskomunikasi,” tambahnya.
Hingga saat ini, proses pembongkaran masih menunggu kepastian dari pihak operator terkait pemindahan perangkat jaringan. Selama itu belum dilakukan, pekerjaan pembongkaran tower dipastikan belum bisa diselesaikan sepenuhnya.
Selain persoalan keamanan dan lingkungan, Linda, seorang warga RT 4 RW 3 Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, yang tinggal tepat di sebelah kiri bangunan rumah dengan tower di kawasan Pakis 27, menyampaikan keresahan sekaligus harapannya terkait proses pembongkaran tower yang mulai dilakukan.
Linda berharap pembongkaran dapat segera diselesaikan agar tidak lagi menimbulkan gangguan bagi warga sekitar.
Ia menyebut tidak ada bentuk kepedulian sosial dari pihak pengelola tower selama bertahun-tahun keberadaannya di tengah permukiman warga.
“Selama belasan tahun ini tidak pernah ada bantuan sosial atau dukungan kegiatan warga dari pihak tower,” tuturnya.
Ia juga menyinggung dugaan dampak lain yang dirasakan, seperti kerusakan perangkat elektronik di rumahnya.
“Pernah ada kejadian TV di rumah rusak sampai tiga kali,” ucapnya.
Dengan dimulainya pembongkaran, Linda berharap persoalan yang selama ini dirasakan warga benar-benar berakhir dan lingkungan kembali aman.
“Yang penting sekarang segera diselesaikan, supaya warga tidak lagi khawatir,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
