Lestarikan Tradisi Lebaran, Warga Blitar Gelar Kenduri dan Makan Ketupat Bersama
Warga Perumahan Kenari Asri Kota Blitar sedang menikmati hidangan ketupat. (Foto: Ari/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, BLITAR – Warga Kota Blitar, Jawa Timur, menggelar kegiatan kenduri dan makan ketupat bersama di Mushola An-Nafi, Perumahan Kenari Asri, Minggu (29/03/2026) pagi. Hal ini dilakukan demi melestarikan tradisi lebaran ketupat di tengah perkembangan zaman.
Ketua RW 10 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Hartono mengatakan, kenduri dan makan ketupat bersama ini sudah berjalan setiap tahun. Bukan hanya menjaga warisan leluhur namun bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama.
“Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan dengan lancar, masyarakat sekitar terlihat guyub rukun menikmati tradisi lebaran ketupat. Semoga melalui acara seperti ini kedepannya masyarakat setempat jadi lebih semangat dan kompak,” ujar Hartono kepada Suara Indonesia.
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 10 Kelurahan Karangtengah, Jatmiko menyampaikan, acara ini digagas guna melestarikan tradisi di tengah keramaian kota dan supaya tidak hilang dimakan zaman. Mengingat, teknologi sekarang semakin canggih sehingga warisan leluhur harus dijaga.
“Sebelumnya, kami bersama beberapa warga berdiskusi bersama untuk membuat sebuah acara di akhir momen lebaran. Akhirnya, dicetuskan agenda kenduri dan makan ketupat bersama. Tahun ini, sudah berjalan tiga kali dan Alhamdulillah setiap tahunnya dapat respon positif dari warga,” imbuhnya.
Jatmiko juga berterima kasih kepada seluruh warga karena sudah sukarela membawa ketupat, aneka masakan hingga minuman. Ia berharap, kekompakan ini tetap terjaga sampai kapanpun dan rasa peduli terhadap lingkungan juga meningkat.
Salah satu warga setempat, Ibra EL Gibran menambahkan, pihaknya merasa bangga karena hingga kini tradisi lebaran ketupat masih berjalan. Ia pun berharap, tahun depan bisa digelar kembali dengan meriah dan pesertanya bertambah. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Arik Susanto |
| Editor | : Mahrus Sholih |
