October 16, 2026

Ribuan Petani Blora Akan Demo Tagih Janji Operasional PG GMM Bulog

0



Team Work
– 30 March 2026 | 22:03 – Dibaca 33 kali

News
Ribuan Petani Blora Akan Demo Tagih Janji Operasional PG GMM Bulog

Banner dukungan aksi damai petani tebu menuntut realisasi janji operasional musim giling 2026 di Pabrik Gula GMM, Desa Tinapan, Todanan, Blora. (Foto: Dok. Suara Indonesia)

BERITA PLUS, BLORA – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora mulai menggalang donasi untuk mendukung aksi damai bertajuk “#NagihJanjiBulog” yang akan digelar pada Kamis (2/4/2026) di Alun-alun Blora.

Koordinator aksi, Wahyuningsih, mengatakan penggalangan donasi telah dibuka sejak Minggu (29/3/2026) dan akan ditutup pada hari pelaksanaan aksi.

“Per hari ini sudah ada kurang lebih 200 dus air mineral dan beberapa biskuit. Donasi hanya berupa minuman dan makanan kering. Kami tidak menerima uang,” kata Wahyuningsih saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, donasi tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat, terutama para petani tebu. Bahkan, dukungan juga datang dari sejumlah daerah di luar Kabupaten Blora.

“Dari kabupaten tetangga sudah ada, seperti dari Ngawi (Jawa Timur) dan Sragen (Jawa Tengah),” ujarnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, APTRI juga akan menggelar konsolidasi untuk mematangkan rencana aksi yang dipusatkan di Alun-alun Blora.

“Saat ini petani yang sudah menyatakan ikut aksi sekitar 1.500 orang, berasal dari wilayah Kunduran dan Todanan. Besok wilayah lain segera mengumpulkan data,” katanya.

Sebelumnya, perwakilan APTRI Blora telah bertemu Bupati Blora Arief Rohman pada Jumat (27/3/2026). Pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan hasil rapat konsolidasi terkait janji operasional musim giling 2026 di Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) milik Bulog yang berlokasi di Tinapan, Kecamatan Todanan.

Ketua APTRI Blora, Sunoto, mengatakan dalam pertemuan itu pihaknya menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya menagih komitmen Direktur Utama Bulog Pusat yang sebelumnya berjanji mengoperasionalkan kembali PG GMM pada musim giling 2026.

Menurutnya, komitmen tersebut mencakup penggantian dua unit boiler yang mengalami kerusakan berat serta reformasi total manajemen internal PT GMM.

Selain itu, APTRI juga memberikan opsi apabila Bulog dinilai tidak mampu lagi mengelola pabrik gula tersebut. Petani meminta agar pengelolaan PG GMM diserahkan kepada pihak swasta.

“Pilihan itu demi nasib para petani tebu agar tidak terus menjadi korban ketidakpastian manajemen,” kata Sunoto.

APTRI Blora berencana menggelar aksi damai pada Kamis, 2 April 2026, pukul 09.30 WIB di Alun-alun Blora. Aksi tersebut diperkirakan diikuti sekitar 5.000 massa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat.

Selain itu, sekitar 200 truk direncanakan turut bergerak dari PT Gendhis Multi Manis (GMM) menuju Alun-alun Blora sebagai bagian dari rangkaian aksi tersebut.

Sunoto yang juga bertindak sebagai penanggung jawab aksi menegaskan kegiatan tersebut akan berlangsung secara santun dengan tetap mengedepankan semangat perjuangan dan kekeluargaan.

Aksi tersebut juga menjadi bentuk penyampaian aspirasi petani kepada Presiden Prabowo Subianto agar persoalan yang dialami petani tebu dapat segera mendapat perhatian, sekaligus mendukung target swasembada gula nasional pada 2027.

Menurut Sunoto, aksi damai itu dilatarbelakangi trauma kerugian yang dialami petani pada musim giling 2025. 

“Saat itu, proses giling dihentikan secara sepihak oleh manajemen PT GMM akibat kerusakan boiler, sehingga menyebabkan kerugian petani diperkirakan mencapai Rp75 miliar,” ujarnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Team Work
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *