Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Tuban, Pertamina Duga Ada Penimbunan
Irqam
– 06 April 2026 | 14:04 – Dibaca 38 kali
Ratusan warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban, rela mengantre sejak pagi agar bisa mendapatkan gas elpiji 3 kilogram di pangkalan. (Foto: Irqam/Suara Indonesia)
BERITA PLUS, TUBAN – Masalah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Tuban belum teratasi hingga saat ini. Warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak kembali berdesakan berebut gas. PT Pertamina Patra Niaga menduga kondisi tersebut karena ada dugaan penimbunan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi sepekan terakhir ini diduga ada penggunaan di luar peruntukkan atau penimbunan.
“Sudah kami tambah lebih dari normal, kalo murni peningkatan konsumsi harusnya bisa mencukupi. Indikasi barang ditambah namun masyarakat masih kekurangan ada potensi penimbunan atau penggunaan diluar peruntukkan,” ungkapnya.
Padahal, dikatakan Ahad, Pertamina sudah menambah pasokan gas elpiji 3 kilogram di luar alokasi reguler di wilayah Kabupaten Tuban. Sehingga jika ada peningkatan konsumsi, harusnya bisa mencukupi. Namun sebaliknya, masyarakat masih kesulitan.
“Ini perlu juga ada peran aktif lintas sektor, karena dari sisi supply Pertamina sudah menyiapkan tambahan,” ujar Ahad.
Pantauan di lapangan, Senin (6/4/2026), di Pangkalan Elpiji 3 Kilogram Desa Tuwiri Wetan, ratusan warga berdesak-desakan berjam-jam demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.
Watini (50), warga setempat mengaku rela berdesakan dengan warga yang lain, karena sudah tiga pekan kesulitan mencari gas elpiji 3 kilogram.
Ia juga mengatakan, warga diberikan jatah satu tabung gas elpiji 3 kilogram saja. Setiap pembelian, warga harus menunjukkan identitas berupa KTP.
“Hampir satu jam lebih tadi ngantri agar bisa mendapatkan tabung gas elpiji dan kondisi seperti ini sudah terjadi lama tiga Minggu,” kata Watini.
Watini mengungkapkan, harga gas elpiji 3 kilogram yang dijual di pangkalan Rp 18 ribu. Harga itu lebih murah dibandingkan ditingkat pengecer yang bisa mencapai Rp 30 ribu.
“Alhamdulillah ini dapat satu, bisa dibuat masak selama satu minggu,” tandasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irqam |
| Editor | : Mahrus Sholih |
