October 17, 2026

Kolaborasi Strategis Uniba dan Pemkab, ICP Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Sumenep Berbasis Mahasiswa

0


News
Kolaborasi Strategis Uniba dan Pemkab, ICP Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Sumenep Berbasis Mahasiswa

Pembukaan Pasar Modern ICP Uniba Madura. (Foto: Wildan/Suaraindonesia.co.id)

BERITA PLUS,SUMENEP – Sinergi antara Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui program Inovatif Colaboration Project (ICP), diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi Sumenep melalui peran aktif mahasiswa.

Program tersebut, diketahui melibatkan hampir 1.000 mahasiswa yang terbagi dalam 100 kelompok. Setiap kelompok menempati satu unit ruko di lantai dua Pasar Anom Sumenep selama satu semester untuk menjalankan usaha secara langsung sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.

Tak hanya mengandalkan penjualan secara langsung di lokasi, mahasiswa juga didorong memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produknya. Skema tersebut, diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat daya saing usaha yang dijalankan.

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, menilai program ICP sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di lantai dua Pasar Anom yang selama ini kurang optimal.

“Ini merupakan inovasi yang sangat bagus untuk menarik simpati masyarakat, agar mau naik ke atas (bangunan Pasar Anom lantai 2),” ujarnya, Senin (06/04/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi antara Uniba dan BPRS Bhakti Sumekar menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis generasi muda. Apalagi, sistem pemasaran yang memadukan metode luring dan daring dinilai mampu meningkatkan daya tarik pasar.

Program ICP sendiri dirancang sebagai uji coba selama empat bulan. Pemerintah daerah, kata Wabup akan melakukan evaluasi terhadap dampaknya, terutama dalam meningkatkan kunjungan dan aktivitas ekonomi. Jika hasilnya positif, program ini berpotensi dikembangkan secara lebih luas.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penataan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, termasuk perbaikan sirkulasi udara di lantai dua Pasar Anom agar masyarakat lebih betah beraktivitas.

“Paling tidak secara politis pasti ada masyarakat yang datang, setidaknya untuk sekadar bertanya produk yang dijual,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Qudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, menegaskan bahwa program itu, bertujuan membentuk mental kewirausahaan mahasiswa.

“Hanya ada dua cara kalian menghasilkan uang dan berbisnis. Satu adalah menjual, yang kedua adalah mencipta,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan dalam program tersebut, tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam menarik perhatian konsumen.

“Tugas utama kalian adalah mendatangkan orang untuk datang ke lantai dua. Sambil kalian menjual apa yang kalian punya,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *