Pantau TKA di Tiga Sekolah, Bupati Sumenep Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, saat meninjau pelaksanaan TKA di SMPN 2 Sumenep. (Foto: Wildan/Suaraindonesia.co.id)
BERITA PLUS, SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di tiga sekolah, yakni SMPN 1, SMPN 2, dan SMPIT Al-Hidayah Sumenep, Senin (06/04/2026).
Dia menjelaskan, peninjauan itu dilakukan untuk memastikan proses ujian berjalan optimal, baik dari sisi teknis maupun kesiapan peserta. Sekaligus, bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan kebijakan pendidikan nasional agar berjalan sesuai standar.
“Ini yang pertama saya meninjau berkaitan dengan tes akademik ini, ingin memastikan proses yang dilaksanakan berjalan dengan baik,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo.
Dalam pelaksanaannya, TKA menggunakan sistem berbasis daring yang terintegrasi secara nasional. Pengawasan, juga dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan kementerian serta pengawas silang dari sekolah lain guna menjaga integritas ujian.
Namun demikian, pemerintah tetap memberikan ruang penyesuaian bagi daerah yang mengalami kendala jaringan internet. Sekolah di wilayah blank spot tetap dapat melaksanakan tes secara offline agar seluruh siswa tetap terakomodasi.
“Kalau ada wilayah yang masih blank spot, bisa dilakukan offline, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo.
Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa TKA tidak hanya dimaknai sebagai sarana seleksi masuk sekolah lanjutan, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif.
Ia menilai, tes ini harus menjadi momentum bagi siswa untuk mengenali potensi diri serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Dengan demikian, orientasi TKA tidak semata pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran.
Selain itu, sistem berbasis komputer yang digunakan dalam TKA dinilai mampu meminimalkan potensi kecurangan. Setiap peserta mendapatkan soal yang berbeda, sehingga peluang untuk bekerja sama secara tidak jujur menjadi sangat kecil.
Dengan penguatan sistem dan pengawasan yang ketat, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis pelaksanaan TKA dapat berjalan optimal sekaligus memberikan gambaran kemampuan siswa secara lebih akurat dan objektif.
“Tes akademik ini bukan untuk kepentingan sekolah, tapi untuk kepentingan anak itu sendiri, untuk mengukur kemampuan mereka,” tegas Achmad Fauzi Wongsojudo.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Ihsan, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP tahun 2026 diikuti seluruh siswa kelas IX dari berbagai sekolah di wilayahnya. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 5.700 peserta yang berasal dari 196 satuan pendidikan, baik SMP negeri maupun swasta yang tersebar di Kabupaten Sumenep.
Ia menegaskan, pelaksanaan TKA digelar secara serentak dengan mengacu pada standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga kualitas dan kredibilitas hasil ujian tetap terjaga. Pihak Dinas Pendidikan pun menyatakan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, kompetitif, serta berintegritas sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa mendatang.
“Pelaksanaan TKA dilakukan secara serentak dengan standar operasional yang telah ditetapkan, guna menjamin kualitas dan kredibilitas hasil ujian,” tutupnya.(*)
Seperti diketahui, pelaksanaan TKA juga merupakan bagian dari kebijakan nasional di bidang pendidikan. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) menetapkan sistem penilaian baru yang terstandar secara nasional.
Kebijakan yang mulai diberlakukan sejak Juni 2025 tersebut menggantikan aturan sebelumnya dan menempatkan TKA sebagai instrumen evaluasi berbasis mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta mata pelajaran pilihan untuk jenjang tertentu. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Mahrus Sholih |
