October 17, 2026

Pemkab Lamongan Susun Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

0



Irqam
– 08 April 2026 | 10:04 – Dibaca 0 kali

News
Pemkab Lamongan Susun Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (nomor dua dari kanan) mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur. (Foto: Humas Pemkab Lamongan)

BERITA PLUS, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, sedang menyusun strategi mitigasi bencana hidrometeorologi. Upaya mitigasi kekeringan di musim kemarau tahun ini dilakukan guna menjaga swasembada pangan.

Dalam penyusunannya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur Tahun 2026 di Dyandra Convention Center, Selasa (7/4/2026).

Forum strategis tersebut ditujukan untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam menghadapi potensi kemarau yang diprediksi berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air.

Dalam rakor disampaikan, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan 20 hingga 40 persen, dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026. Kondisi ini mendorong perlunya langkah antisipatif yang terukur dan terintegrasi sejak dini.

Sejumlah strategi utama mulai disusun, diantaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini, optimalisasi pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, dan sumur air, serta pemanfaatan pompanisasi dan irigasi per pompaan. 

Selain itu, percepatan masa tanam dilakukan untuk mengejar sisa air hujan, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan. Tidak hanya itu, peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi fokus guna mendukung percepatan tanam dan efisiensi produksi. 

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dalam pengaturan distribusi air irigasi dan dukungan sarana produksi pertanian.

Di sisi penanganan bencana, sinergi antar lembaga diperkuat melalui kesiapan operasi modifikasi cuaca, dukungan sarana operasi udara untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta penyiapan sistem pompanisasi untuk mengairi lahan terdampak kekeringan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut, langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim. Hal itu akan diterapkan di Kabupaten Lamongan sebagai lumbung pangan nasional.

“Upaya ini tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga memastikan produksi pertanian tetap optimal sehingga swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” kata Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes.

Melalui penyusunan strategi terintegrasi ini, Pemkab Lamongan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. 

“Sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perlindungan terhadap masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi,” tandasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Irqam
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *