Kabupaten Lamongan Bakal Terima Bantuan Sarana Irigasi dari Kementan
Irqam
– 13 April 2026 | 10:04 – Dibaca 0 kali
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mendampingi Dirjen Lahan dan Irigasi Kementan, Hermanto, di Kabupaten Lamongan. (Foto: Humas Pemkab Lamongan)
BERITA PLUS, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bakal menerima bantuan sarana irigasi berupa pompaan dan pipa dari Kementerian Pertanian (Kementan) pekan ini.
Bantuan itu menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan air untuk kebutuhan pertanian, khususnya menghadapi musim kemarau.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Kementan Hermanto dalam kunjungan di Desa Balongwangi dan Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Jumat (10/42026).
Mendampingi kunjungan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dalam mendukung sektor pertanian di Lamongan.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyebut, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak dini, termasuk koordinasi lintas perangkat daerah untuk memastikan kesiapan menghadapi musim kemarau.
Pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian juga memiliki dampak penting untuk mempertahankan predikat lumbung pangan nasional.
“Memasuki musim kemarau, seluruh OPD di Lamongan telah berkoordinasi untuk melakukan persiapan, terutama dalam memetakan sumber-sumber air yang masih tersedia. Tujuannya adalah mengupayakan agar pada musim tanam kedua (MT II) tidak ada yang mengalami gagal panen,” tutur Pak Yes.
Orang nomor satu di Kota Soto menambahkan, optimalisasi sumber air akan maksimal dengan adanya bangunan irigasi per pompaan dan perpipaan. Bantuan yang akan segera dikirim pada pekan ini, akan langsung dipasang.
“Lamongan menjadi prioritas penerima bantuan karena merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Ini penting untuk menjaga produktivitas pertanian tetap stabil,” tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Lahan dan Irigasi Kementan Hermanto menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen memastikan tanaman padi di lapangan tidak mengalami kekeringan saat musim kemarau.
“Kita pastikan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Saat ini, kondisi waduk masih cukup dengan ketinggian air sekitar tiga meter. Tinggal bagaimana kita mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa pemasangan irigasi per pompaan akan dilakukan paling lambat minggu depan agar distribusi air ke sawah dapat segera berjalan.
“Bantuan ini diupayakan agar kondisi tanaman yang saat ini sudah berusia lebih dari satu bulan (dengan perkirakan panen pada bulan Juni mendatang) tidak akan terjadi gagal panen,” ujarnya.
Dalam upaya antisipasi kekeringan kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga akan melakukan normalisasi waduk dan sungai. Tentu pemanfaatan potensi sumber air yang ada akan terus dioptimalkan guna menjaga ketersediaan air bagi pertanian. (*)
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Irqam |
| Editor | : Mahrus Sholih |
