October 17, 2026

Minim Infrastruktur, Pemasangan CCTV TPS di Surabaya Masih Tersendat

0


News
Minim Infrastruktur, Pemasangan CCTV TPS di Surabaya Masih Tersendat

Pemerintah Kota Surabaya menargetkan pemasangan CCTV di 179 titik tempat penampungan sementara (TPS) untuk meningkatkan pengawasan lingkungan. (Foto: Istimewa)

SUARA INEONESIA, SURABAYA – Ambisi Pemerintah Kota Surabaya memperketat pengawasan di tempat penampungan sementara (TPS) melalui pemasangan CCTV belum sepenuhnya berjalan mulus. Dari target 179 titik, masih ada 33 lokasi yang tertahan pemasangannya akibat keterbatasan infrastruktur dasar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, mengungkapkan hingga kini baru 146 titik CCTV yang telah berfungsi. Sisanya masih dalam tahap pengerjaan karena terkendala akses jaringan fiber optik dan ketersediaan listrik.

“Yang 33 ini masih proses karena kami juga mencari jaringan fiber optik dan jaringan listriknya,” ujar Eddy, Sabtu (18/4/2026).

Kendala tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah TPS berada di kawasan dengan dukungan infrastruktur yang minim, sehingga pemasangan perangkat pengawasan tidak bisa dilakukan secara instan. Kondisi ini memaksa Pemkot melakukan penyesuaian teknis di lapangan.

“Ada TPS yang jaringan infrastrukturnya masih minim sehingga pemasangannya membutuhkan waktu,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Pemkot Surabaya mencoba mencari jalan keluar. Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas umum yang sudah tersedia di sekitar lokasi TPS, termasuk jaringan penerangan jalan umum (PJU) sebagai sumber listrik alternatif.

“Untuk listrik, kami bisa ambil dari jaringan PJU atau fasilitas umum lain, tentunya melalui koordinasi,” katanya.

Namun persoalan tidak berhenti pada pemasangan fisik. Tahap berikutnya justru lebih kompleks: menyatukan berbagai sistem CCTV yang berbeda merek dan spesifikasi ke dalam satu jaringan terpadu.

Eddy mengakui, integrasi ini menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, pihaknya tengah melakukan sinkronisasi sistem agar seluruh kamera dapat dipantau dalam satu platform.

“Karena CCTV yang digunakan berbeda-beda merek dan spesifikasi, kami lakukan sinkronisasi,” ujarnya.

Untuk mempercepat solusi, Pemkot menggandeng kalangan akademisi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dilibatkan untuk mengkaji integrasi lintas sistem agar seluruh perangkat bisa terhubung dalam satu ekosistem pengawasan.

“Kami sedang mengkaji bersama ITS agar berbagai tipe CCTV bisa disatukan dalam satu sistem,” tambahnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan lingkungan, khususnya di titik-titik rawan pelanggaran pengelolaan sampah. Pemkot berharap, ketika seluruh sistem terpasang dan terintegrasi, pengawasan tidak hanya lebih efektif tetapi juga mampu mendukung penegakan hukum secara lebih presisi.

“Dengan sistem ini, kami harap pengawasan lebih optimal dan bisa membantu aparat dalam menjaga keamanan,” pungkas Eddy. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *