October 17, 2026

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Situbondo Dorong Profesionalisme Jukir dan Petugas PLL

0



Syamsuri
– 21 April 2026 | 13:04 – Dibaca 13 kali

News
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Situbondo Dorong Profesionalisme Jukir dan Petugas PLL

Bentuk dukungan, Fraksi PDI Perjuangan menyerahkan secara simbolis rompi kepada salah satu juru parkir di aula Pemkab Situbondo. (Foto: Syamsuri/Suara Indonesia)

BERITA PLUS, SITUBONDO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Situbondo menunjukkan komitmen konkret terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik melalui perhatian kepada juru parkir (jukir) dan Petugas Pengatur Lalu Lintas (PPLL).

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembagian rompi kepada puluhan petugas di lapangan, sekaligus menjadi simbol dorongan terhadap penguatan peran mereka dalam tata kelola transportasi daerah.

Anggota DPRD Situbondo dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudi Afianto, menegaskan bahwa keberadaan juru parkir memiliki nilai strategis dalam membentuk citra daerah.

Menurutnya, profesi jukir merupakan representasi awal yang kerap berinteraksi langsung dengan masyarakat maupun pendatang.

“Juru parkir merupakan bagian dari wajah Kabupaten Situbondo di ruang publik,” ujar Rudi dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, persepsi masyarakat terhadap suatu daerah tidak hanya dibentuk oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas layanan di lapangan. Dalam konteks ini, profesionalitas jukir menjadi indikator penting dalam menciptakan kesan tertib, bersih, dan ramah.

Lebih lanjut, Rudi menilai bahwa peran jukir tidak hanya sebatas mengatur kendaraan, tetapi juga berkontribusi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap aspek kesejahteraan, perlindungan kerja, dan pembinaan profesi tersebut.

“Juru parkir memiliki peran vital sebagai ujung tombak PAD. Sudah sepatutnya hak dan kewajiban mereka diperhatikan secara proporsional,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa hingga kini masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para jukir, mulai dari aspek perlindungan hingga kurangnya pembinaan berkelanjutan.

Untuk itu, ia mendorong hadirnya kebijakan yang lebih berpihak dan sistematis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor tersebut.

Rudi menekankan bahwa peningkatan profesionalitas harus mencakup dua aspek utama, yakni kemampuan teknis dan etika pelayanan. Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan akan mendorong jukir tidak hanya bekerja secara fungsional, tetapi juga memberikan layanan yang humanis dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Selain juru parkir, perhatian serupa juga perlu diberikan kepada Petugas Pengatur Lalu Lintas (PPLL). Ia menilai kedua peran ini memiliki keterkaitan erat dalam menciptakan ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di daerah.

“PPLL dan jukir merupakan elemen yang saling mendukung dalam menjaga ketertiban di jalan. Peningkatan kapasitas keduanya menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan,” jelasnya.

Dalam upaya mendorong tata kelola yang lebih transparan, Rudi juga mengusulkan penerapan sistem digital dalam pengelolaan parkir. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan akuntabilitas sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan daerah.

“Modernisasi melalui sistem digital akan memperkuat transparansi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan parkir,” ungkapnya.

Ia menambahkan, optimalisasi sistem parkir yang terkelola dengan baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan kontribusi PAD. Dengan demikian, keberadaan jukir tidak hanya berfungsi operasional, tetapi juga strategis dalam pembangunan daerah.

Di sisi lain, Rudi menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan Dinas Perhubungan dalam merumuskan kebijakan yang berkelanjutan. Ia berharap perhatian terhadap jukir dan PPLL tidak bersifat temporer, melainkan menjadi bagian dari agenda pembangunan jangka panjang.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembinaan dan perhatian terhadap petugas di lapangan dapat berjalan konsisten,” katanya.

Menutup pernyataannya, Rudi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan apresiasi terhadap peran juru parkir sebagai bagian integral dari pelayanan publik.

Ia optimistis, dengan dukungan yang tepat, profesionalitas jukir di Situbondo akan semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi daerah.

“Dengan perhatian yang berkelanjutan, kami yakin juru parkir di Situbondo dapat berkembang menjadi lebih profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Syamsuri
Editor : Mahrus Sholih





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *