Pemilik Dapur SPPG Randublatung Blora Klarifikasi Isu Ketiadaan Ahli Gizi
Team Work
– 23 April 2026 | 18:04 – Dibaca 2 kali
Pemilik Dapur SPPG Randublatung Pilang 2, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Nurkholis. (Foto: Dok. Suara Indonesia)
BERITA PLUS, BLORA – Pemilik Dapur SPPG Randublatung Pilang 2, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Nurkholis, memberikan klarifikasi terkait dugaan operasional dapur yang disebut berjalan tanpa tenaga ahli gizi.
Nurkholis menjelaskan bahwa persoalan tersebut bermula dari mundurnya salah satu tenaga ahli gizi, Lambang Aryanto, secara mendadak.
“Mas Lambang itu mengundurkan diri secara tiba-tiba,” ujar Nurkholis, Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan, sejak awal tidak ada kendala dalam operasional dapur. Lambang direkrut atas rekomendasinya sebagai mitra, sementara sistem penggajian sepenuhnya ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kepala dapur dari BGN, sementara tenaga gizi dan akuntan merupakan usulan dari kami, namun gajinya tetap dari BGN, sehingga mitra tidak terbebani,” jelasnya.
Menurutnya, selama bekerja Lambang telah menerima haknya, termasuk gaji operasional sekitar Rp5 juta per bulan yang dibayarkan oleh BGN.
Namun, di tengah masa kerja yang belum genap satu bulan yang sempat terpotong libur Ramadan dan Lebaran. Lambang menyampaikan pengunduran diri melalui pesan WhatsApp.
“Pada tanggal 10 dia menyampaikan ingin resign, tetapi keesokan harinya tidak masuk kerja dan tidak ada komunikasi lanjutan,” katanya.
Nurkholis menambahkan, secara prosedur pengunduran diri seharusnya dilakukan secara resmi melalui surat dan disertai masa transisi agar pihak dapur memiliki waktu mencari pengganti.
Hingga saat ini, kata dia, belum ada surat pengunduran diri resmi sehingga secara administrasi status yang bersangkutan belum dapat dikeluarkan dari sistem.
“Ini bukan hanya urusan internal dapur, tetapi juga berkaitan dengan administrasi dengan BGN, sehingga tidak bisa langsung diganti,” tegasnya.
Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan tenaga ahli gizi pengganti sejak akhir Maret. Namun, pengganti tersebut belum bisa dimasukkan secara resmi karena masih menunggu kejelasan status Lambang.
Ia juga membantah adanya persoalan internal yang memicu pengunduran diri tersebut dan menyebut hubungan kerja selama ini berjalan baik.
Terkait penggunaan tenaga ahli gizi dari dapur lain, Nurkholis membenarkannya. Ia menyebut tenaga tersebut sebelumnya merupakan pendamping Lambang saat masih aktif bekerja.
“Pendampingan itu sudah berjalan sejak Lambang masih bekerja, dan sementara ini tetap dilakukan untuk memastikan operasional berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah memperoleh kepastian terkait keinginan Lambang untuk mengundurkan diri, yang juga diperkuat melalui pemberitaan yang beredar.
“Dengan adanya pemberitaan itu, kami dapat segera menugaskan ahli gizi yang sebelumnya sudah disiapkan. Per hari ini, tenaga tersebut sudah berada di lokasi,” katanya.
Nurkholis juga menyebut Satgas MBG kecamatan telah meminta klarifikasi, dan pihaknya telah menyampaikan kronologi lengkap termasuk bukti komunikasi terakhir.
Ia berharap klarifikasi ini dapat menjadi informasi pembanding bagi masyarakat sekaligus meluruskan isu yang berkembang.
“Intinya, hingga kini belum ada pengunduran diri resmi, sehingga posisi tersebut masih dalam proses administrasi,” pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Imam Hairon |
