October 16, 2026

Gudang Sabut Kelapa di Kabupaten Blitar Terbakar, Ditaksir Kerugian Mencapai Rp100 Juta Rupiah

0


News
Gudang Sabut Kelapa di Kabupaten Blitar Terbakar, Ditaksir Kerugian Mencapai Rp100 Juta Rupiah

Petugas Damkar Kabupaten Blitar sedang melakukan upaya pemadaman di gudang sabut kelapa. Foto istimewa

BERITA PLUS, BLITAR – Gudang sabut kelapa yang terletak di Desa Ngoran Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dilalap si jago merah. Atas peristiwa tersebut, ditaksir kerugian materiil mencapai Rp100 juta rupiah. 

Kasi Pemadam, Penyelamatan dan Sarana Prasarana, Satpol PP, Pemkab Blitar, Tedi Prasojo mengatakan, kebakaran ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar gudang sekitar pukul 21.30 WIB hari kamis malam. Dimana waktu itu melihat kepulan asap tebal dan mencium bau tak sedap. 

“Saksi langsung meminta tolong kepada warga sekitar dan memberitahukan insiden ini kepada Kepala Desa setempat untuk diteruskan ke petugas Damkar. Mengingat, di dalam gudang banyak sabut kelapa yang kering dan mudah terbakar sehingga butuh penanganan cepat,” kata Tedy, Jumat (24/4). 

Dijelaskan, hasil olah TKP yang dilakukan petugas, diduga kebakaran gudang sabut kelapa di Desa Ngoran lantaran adanya konsleting arus pendek listrik di dalam gudang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pemilik gudang harus merugi ratusan juta rupiah. 

“Waktu kebakaran, memang tidak ada pekerja yang beroperasi hanya saja pihak pengamanan. Pemilik gudang membuat surat pernyataan bahwa insiden ini memang murni musibah atau tidak ada unsur lain sehingga korban tidak menuntut kepada siapapun,” tutupnya. 

Ia menambahkan, bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar bila mengalami musibah berupa kebakaran dan gangguan hewan liar bisa langsung menghubungi call center whatsapp Damkar di 0822 4627 2464 dan segala bantuan tanpa dipungut biaya.

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Arik Susanto
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *