October 16, 2026

Angkat Budaya dan UMKM, Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan di Banjarnegara Kembali Digelar

0


News
Angkat Budaya dan UMKM, Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan di Banjarnegara Kembali Digelar

Sebagai upaya mengenalkan produk UMKM dan pelestarian budaya tradisional, Desa Klampok akan menggelar Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan. (Foto: AI)

BERITA PLUS BANJARNEGARA – Upaya pelestarian budaya tradisional sekaligus pengenalan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal terus digalakkan di Desa Klampok, Kabupaten Banjarnegara dengan cara akan menggelar Festival Ketupat landan dan tahu Kiringan bertema “Kiringan Berbudaya, Klampok Berdaya”.

Festival Ketupat Landan dan Tahu Kiringan kembali digelar di Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini menjadi upaya pelestarian tradisi sekaligus pengenalan produk UMKM lokal kepada masyarakat luas.

Acara yang akan dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di Lapangan Krida Utama, Dusun Purwasari nanti, akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari senam massal, tari Aplang massal, hingga makan bersama ketupat landan dan tahu kiringan.

Sebanyak 3.000 ketupat landan dan 6.000 tahu telah disiapkan oleh panitia untuk dinikmati bersama masyarakat. Sebelum disantap, makanan tersebut akan diarak sejauh kurang lebih 500 meter menuju lokasi acara sebagai bagian dari rangkaian festival.

Festival ini juga menjadi ajang untuk mengangkat kembali tari Aplang, kesenian khas wilayah barat Banjarnegara yang kini mulai jarang ditampilkan.

Kepala Desa Klampok, Agus Supriyono, mengatakan bahwa festival ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi yang mulai ditinggalkan generasi muda.

“Festival ini kami gagas untuk menghidupkan kembali tradisi dan kesenian lokal yang mulai ditinggalkan generasi muda, sekaligus mengenalkan produk UMKM khas daerah kepada masyarakat luas,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Agus menambahkan, penyelenggaraan festival tahun ini menghadirkan inovasi dengan menampilkan tari Aplang secara massal.

“Pada festival Ketupat Landan dan Tahu Kiringan yang kedua ini, kami sengaja menampilkan tari Aplang massal untuk mengingatkan kembali bahwa wilayah barat Banjarnegara memiliki tarian khas yang saat ini hampir punah dan jarang ditampilkan,” tandasnya.

Sementara Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Zaki Mobarok, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Ketupat Landan dan Tahu Kiringan yang dinilai mampu mengangkat potensi budaya sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.

“Ini sangat menarik, karena memadukan budaya dan UMKM serta olahraga. Setiap ada kegiatan budaya dan olahraga, pasti diikuti dengan pemberdayaan para pedagang. Kami akan mendorong agar acara ini semakin meriah dan mampu menghibur masyarakat Banjarnegara, salah satunya melalui program Media Tradisional (Metra),” ujar Zaki.

Oleh karena itu, Zaki mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Banjarnegara, untuk bersama-sama menyukseskan Festival Ketupat Landan dan Tahu Kiringan di Desa Klampok.

“Mari kita nikmati dan sukseskan Festival Ketupat Landan dan Tahu Kiringan ini. Ajak keluarga, sahabat, dan tetangga untuk ikut meramaikan momen penuh kebersamaan ini,” ajaknya.

“Selain itu, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan hadiah utama berupa tiga ekor kambing serta hadiah menarik lainnya,” pungkas Zaki. (*)

» Klik berita lainnya di Google News BERITA PLUS

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Imam Hairon





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *